Kembangkan Jiwa Entrepreneur Santri, Pesantren Tebuireng Produksi Kopiah, Seragam, dan Kasur

Editor: M Mas'ud Adnan
Senin, 31 Januari 2022 09:45 WIB

Para ibu pekerja yang berasal dari sekitar Pesantren Tebuireng sedang menjahit pakaian seragam para santri Pesantren Teburieng Jombang Jawa Timur. Foto: mma/ bangsaonline.com

JOMBANG, BANGSAONLINE.com Jombang Jawa Timur selangkah lebih maju, terutama dalam pengembangan jiwa entrepreneur para santri. Selain produktif melahirkan ulama dan tokoh nasional berbagai bidang, pesantren yang didirikan Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari pada 1899 itu kini mengembangkan jiwa entrepreneur para santri dengan memproduksi sendiri berbagai kebutuhan pesantren. Antara lain pakaian seragam santri, kopiah, dan bahkan kasur serta kursi kantor.

“Sebenarnya sempat memproduksi sepatu tapi sekarang tutup,” tutur Gus Riza Yusuf Hasyim, cucu Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari, kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (29/1/2022). 

Gus Riza adalah putra KH M Yusuf Hasyim. Pak Ud - panggilan akrab Kiai Yusuf Hasyim - adalah putra bungsu Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari. Kiai Yusuf Hasyim adalah pengasuh sebelum KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

(Songkok atau kopiah produk . foto: mma/ bangsaonline.com)

Gus Riza Yusuf Hasyim sempat mengajak BANGSAONLINE.com melihat beberapa sentra produksi Tebuireng. Di antaranya, tempat penjahitan seragam, kopiah, kasur, dan bengkel las yang memproduksi kursi, di samping tempat memasak makanan para santri yang dinamakan jasa boga.

Hebatnya, para pekerja untuk produksi berbagai pakaian dan kebutuhan pesantren itu direkrut dari warga sekitar . Sehingga benar-benar punya kepedulian terhadap masyarakat di sekelilingnya dan menjadi rahmatan lil’alamin bagi warga sekitarnya.

“Sekitar 50-an orang. Mereka para janda di sekitar sini,” kata Gus Riza Yusuf Hasyim saat menunjukkan para pekerja perempuan yang sedang menjahit seragam sekolah para santri.

Menurut Gus Riza Yusuf Hasyim, dengan memproduksi sendiri semua kebutuhan pesantren, bukan hanya selisih harga yang didapat, tapi juga bisa mengembangkan jiwa .

(Gus Riza Yusuf Hasyim. foto: mma/bangsaonline.com)

Apalagi memang menyiapkan secara khusus tempat pelatihan bagi para santri yang berminat. Yaitu Divisi Kursus dan Pelatihan Tata Busana LKP-TPKU .

“Di sini ada pelatihan tiga bulan. Gratis. Baik bagi para santri maupun masyarakat luar,” tutur Gus Riza

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video