Air Kali Meluap, Lewati Jembatan, Satu Keluarga di Lumajang Hanyut

LUMAJANG (BangsaOnline) - Satu keluarga yang berkendara sepeda motor hanyut terbawa arus saat melintas di jembatan Sungai Sentono, penghubung Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang dengan Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit, Sabtu malam.

Mereka adalah Mul (51), yang membonceng istrinya, Murtinah (46), dan anaknya Latif (17), kesemuanya warga Dusun Pendem, Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit. Saat melintas di jembatan ini, tiba-tiba air Sungai Pengari meluap, dan menyapu apapun yang ada di jembatan. Termasuk satu keluarga ini.

Dua orang bisa menyelamatkan diri, yaitu Mul dan Murtinah. Sedangkan Latif hanyut terbawa arus.

Satu keluarga terdiri ibu, bapak dan anak, mengendarai motor melintas di jembatan sekitar pukul 19.00 wib. Mereka hendak ke Desa Sawaran, untuk mengunjungi saudara.

Saat berada di jembatan ini, tiba-tiba saja air sungai meluap dan berarus deras. Korban berupaya menghindar, namun arus kian kencang. Motor pun roboh dan tiga orang ini berusaha menyelamatkan diri. Dua korban tersangkut pohon hingga berhasil ditolong warga setempat.

Sementara satu warga lainnya, yang melintasi jembatan juga nyaris hanyut. Namun berhasil selamat dan membiarkan sepeda Honda GL hanyut dibawa arus banjir. Warga Sawaran Kulon ini, hanya kehilangan sepeda motornya, namun saat ini sudah berhasil ditemukan oleh warga walau dalam kondisi rusak berat.

Seorang warga mengatakan, ketiga orang itu sudah diingatkan untuk tidak menyeberang. Namun mereka nekat menyeberangi jembatan meski sungai sedang meluap. "Tiga orang ini sudah diingatkan, karena ada satu warga lainnya yang sepeda motor juga hanyut,” ucap Soli seorang warga Sawaran Kulon, Kecamatan Klakah.

"Kalau yang dua orang selamat nyangkut di pohon dan terus berpegangan dahan pohon. Tapi yang satu sampai sekarang masih dalam pencarian warga di sini. Mudah-mudahan saja segera ditemukan dan selamat," tambahnya.

Petugas SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Aparat TNI, Kepolisan Kabupaten Lumajang, dan masyarakat masih mencari satu korban yang masih hilang. Tim gabungan juga menyisir hingga ke aliran Sungai Bondoyudho.

Sekretaris BPBD Lumajang, Purwanto, membenarkan adanya kejadian ini, dan pihaknya menerjunkan tim pencarian, kemarin Minggu (29/03). Pencarian terbilang sulit. Medan sungai cukup terjal. "Dua korban selamat dirawat di Puskesmas Kecamatan Klakah," pungkasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: