
SUMENEP (BangsaOnline) - Kepala Bakorwil IV Pamekasan, Jonathan Junianto yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dalam pembukaan Musrenbang Kabupaten beberapa waktu lalu mengatakan kasus HIV/AIDS di Sumenep masih tinggi. Sebagai upaya, Dinkes setempat mengaku telah melakukan sosialisasi.
Jonathan mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, kasus AIDS di Sumenep relatif tinggi. Bahkan, jumlah kasus HIV di Sumenep dikatakan lebih tinggi dari dua kabupaten lain di Madura, Sampang dan Pamekasan. Kata dia, tingginya kasus HIV/AIDS di Sumenep harus mendapat perhatian dari pihak terkait. "Karena kasus seperti HIV/AIDS ini seperti gunung es. Yang tampak ke permukaan memang hanya sedikit. Tapi yang tidak tampak lebih besar dari yang tampak itu," tukasnya.
Sementara itu, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Fatoni mengakui bahwa kasus HIV/AIDS di Sumenep berdasarkan tahun 2014 lalu memang masih tinggi. Hanya saja, saat disinggung berapa jumlah penderitanya ia mengaku tidak ingat. "Jumlahnya saya tidak ingat. Soalnya datanya ada di laptop. Kebetulan sekarang tidak dibawa," ungkapnya, Jum'at (27/3).
Menurut dia, berdasarkan data tahun 2014 lalu, tingginya kasus HIV/AIDS salah satunya berkaitan dengan banyaknya masyarakat yang bekerja di luar daerah atau luar negeri. Misalnya, dari masyarakat yang bekerja di Kalimantan atau di Malaysia.
"Penyebabnya, iya itu, seks bebas. Tidak ada yang dari dalam. Mesti dari luar. Kalau orang tidak ke mana-mana tidak mungkin terkena atau tertular itu (HIV/AIDS, red.). Yang kena ini musti yang tertular dari luar," jelasnya kepada BangsaOnline.com
Disinggung mengenai usia rata-rata penderita HIV/AIDS di Sumenep, menurut Fatoni kebanyakan penderitanya berada di kisaran umur 20 sampai 30 tahun.
"Memang, kebanyakan penderitanya itu dari kalangan remaja, masih masa puber," ujarnya.
Selebihnya, pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi ke berbagai daerah di kab. Sumenep dan menghimbau agar para remaja menjauhi narkoba. Pasalnya, kasus HIV/AIDS juga berkaitan dengan penggunaan narkoba. "Karena sekarang bahayanya itu narkoba. Narkoba bisa menjadi pintu masuk HIV," kata mantan sekretaris Dinkes itu.



