SIDOARJO (BangsaOnline) - Niat membantu truk gandeng teman seprofesinya yang mogok justru truk gandeng nopol AE-8556-UB yang dikemudikannya Narko Sugianto (45) warga Desa Metesih RT 10 RW 05 Kecamatan Jiwan, Madiun nyelonong dari atas flyover Jenggolo hingga menabrak trotoar, halte, pohon, papan reklame dan sepeda hingga ringsek, Rabu (25/03) malam.
Narko Sugianto menceritakan, awalnya dia melintas dari arah utara ke selatan yaitu Jalan Raya Surabaya-Sidoarjo dengan muatan raskin dari Bulog yang akan di kirim ke Yogyakarta secara beriring-iringan dengan truk teman yang lainnya.
Namun, saat melintas di flyover Jenggolo perbatasan Kecamatan Buduran dengan Kecamatan Sidoarjo Kota, truk yang dikemudikan Edi Pelo dengan nopol AE-8550-UB mogok saat naik di jembatan flyover tersebut. Akhirnya, dia memarkirkan truknya di depan truk temannya.
Mesin truk dimatikan dan tak lupa mengangkat hand rem. Lantas Narko turun dan menghampiri truk gandeng temannya yang mogok itu. Namun, Narko tak sadar kalau truk yang dikemudikan berat muatannya.
“Hanya sebentar saja. Saat saya mau sampai ke truk teman, tiba- tiba truk saya langsung nyelonong sekitar 300 meter hingga menabrak trotoar, pohon dan tiang reklame. Saya sendiri juga heran, padahal sudah saya hand rem,” ujarnya saat dilokasi kejadian.
Tak hanya menghantam failitas umum saja, motor Vega R Nopol N 6238 VB milik Edi Purwanto (38) warga Desa Selobekti RT 18 RW 04, Kecamatan Plandi Wonosari, Malang yang sedang diparkir di depan halte untuk menunggu saudaranya, disasak hingga remuk masuk ke kolong truk.
“Untungnya saat itu melihat truk tersebut nyelonong kearah saya. Tidak sampai dekat, saya langsung lari menghindar,” kata Edi Purwanto yang juga sebagai saksi mata kejadian tersebut.
Meski demikaian, kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. Hanya saja kerugian yang diterima begitu banyak. Terpisah, Kasat Lantas Polres Sidoarjo AKP Bayu Prasetyo saat di konfirmasi pihaknya masih melakukan pemeriksaan atas kecelakaan tersebut.
“Sementara kami masih melakukan pemeriksaan atas terjadinya kecelakaan tersebut,” ujarnya.
Untuk kerugian materi, Mantan Kasatlantas Polres Nganjuk tersebut masih belum bisa memperkirakan. “Kami masih melakukan kordinasi dengan dinas terkait tentang jumlah kerugian,” terangnya.



