MALANG (BangsaOnline) - Warga perumahan komplek Saptoraya, Gardenia dan Valensia meminta kepada PDAM kabupaten Malang untuk segera dapat menangani pengelolaan Air Bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
Hal ini bukan tanpa alasan, warga sudah terlalu bosan dan jenuh karena seringnya air yang mati. Bahkan menurut warga, air ditempat ini pernah mengalami gangguan selama 1 (satu) bulan, sehingga warga harus membeli air dengan cara mendatangkan truk tangki air bersih dari pemkot Malang atau membeli air dari pedagang air yang keliling di tempat itu tentu dengan biaya yang tidak murah lagi.
Sampai hari ini, air bersih di tempat ini masih dikelola oleh PT. Kharisma Banjar Harum, akan tetapi pembagian airnya sama sekali tidak merata, sehingga bagi warga yang rumahnya berada di dataran rendah air dapat mengalir secara lancar, sedang warga yang rumahnya didataran tinggi sulit untuk mendapatkan air.
Yang lebih ironis, di komplek perumahan ini terdapat banyaknya meteran air di rumah-rumah warga yang sudah tidak berfungsi lagi, bahkan sudah tidak ada sama sekali.
Oleh karenanya warga meminta kepada PDAM Pemkab Malang untuk segera mengelola air yang ada di komplek perumahan ini, dan segera melakukan pengecekan saluran atau jaringan pipa yang tertanam di dalam tanah, karena sudah terlalu banyak jaringan pipa bawah tanah yang mengalami kebocoran.
Tuhu Priyono, wakil warga perumahan Saptoraya, Gardenia dan Valensia yang menjadi anggota BPD Desa Saptorenggo kepada BangsaOnline.com mengatakan, bahwa kebutuhan air di 3 (tiga) Perumahan ini sudah sangatlah mendesak, untuk itu pihaknya meminta agar PDAM sesegera mungkin dapat masuk untuk menangani air bersih di wilayahnya. Karena menurutnya jikalau nanti pompa air yang ada saat ini mengalami trouble atau kerusakan, tentu pihak PDAM dapat segera memenuhi kebutuhan air bagi warga setempat.
Syamsul Hadi selaku Direktur Utama PDAM Kabupaten Malang, saat dihubungi BangsaOnline.com menuturkan, pihaknya (PDAM red) selalu siap apabila ada keinginan warga untuk pemasangan jaringan air PDAM. Akan tetapi PDAM akan melihat dahulu sumber air yang bisa kita alirkan ke daerah tersebut.
“Syukur jika dilokasi perumahaan Saptoraya, Gardenia dan Valensia itu sudah ada sumur Bornya, tentu PDAM akan lebih mudah mengelolanya asal masyarakat di perumahan itu sepakat untuk dikelola PDAM dan jika sumber yang ada ditempat itu tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga, tentu PDAM akan mencarikan terobosan baru dengan cara mengalirkan air dari jaringan pipa PDAM yang ada, untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujarnya kemarin Rabu (25/3)
Syamsul menambahkan bahwa PDAM sampai saat ini belum bisa masuk untuk mengelola air di perumahan tersebut karena terkendala administrasi di Bapekab Malang yang belum rampung serah terimanya antara Developer dengan Pemerintah Kabupaten Malang. Akan tetapi jika semua itu sudah selesai PDAM saat itu juga akan segera menanganinya.




