Puspa Agro Sidoarjo Kembangkan Sayuran Hidroponik

SIDOARJO (BangsaOnline) - PT Puspa Agro memberikan dukungan terhadap Komunitas Hidroponik Surabaya (KHS) dengan meminjamkan lahan tanah seluas 400 m3 di area Pasar Induk Agrobis Puspa Agro di Jemundo, Sidoarjo. Juga meminjamkan kantor dan tempat untuk jualan nutrisi tanaman hidroponik.

"Sistemnya kerjasama. KHS yang memproduksi tanaman hidroponiknya, nanti kami dari Puspa Agro yang menjualnya," ujar Direktur Utama PT Puspa Agro Abdullah Muchibuddin, disela acara Gathering Hidroponik se-Indonesia di PIA Puspa Agro, Minggu (22/3).

Ia menyebut, sudah ada beberapa pasar moderen dan katering/restoran yang meminta sayur hidroponik. Untuk kemasan yang dijual di pasar moderen diberi tulisan 'tanaman hidroponik'.

"Kalau katering atau restoran, biasanya ada permintaan sayurnya yang masih hidup atau belum dipetik. Mereka tidak mau sayurnya nanti akan menjadi berubah warna jika mereka simpan di kulkas. Biasanya begitu mau masak, mereka langsung panen/petik sendiri," urai Muchibuddin.

Ia berharap, lahan yang menjadi sentra tanaman hidroponik ini akan menjadi sarana pembelajaran juga bagi generasi muda yang ingin bertani ala hidroponik. Di tempat ini pengunjung akan disosialisasikan bagaimana menjadi petani hidroponik.

"Mahasiswa jurusan pertanian hanya sedikit yang mau kembali menjadi petani. Makanya dengan model hidroponik ini saya harap akan semakin banyak petani-petani muda," ujarnya lagi.

Menurutnya, model bertani hidroponik ini akan terus berkembang. Mengingat semua manusia pasti masih butuh makan. Apalagi, PBB mengumumkan pada 2022 akan terjadi anomali cuaca. Kawasan Asia tenggara seperti Indonesia, yang punya dua musim akan bisa terus bertahan pertaniannya. Makanya, kata dia, dari sekarang pertanian Indonesia harus digalakkan.

"Bertani sekarang gak harus becek, gak harus punya tanah. Sangat simpel. Mudah, murah dan meriah," tambah Heru atau yang akrab dipanggil Pak Tani, pembina KHS. Pak Tani sendiri, telah menularkan ‘virus’ bertani hidroponik kepada remaja-remaja dan ada yang sudah ‘terjangkit’.

"Ada siswa kelas 1 SMA. Saya bilang, kamu amati berapa penjual bakso dan mie ayam di sekitar rumahmu. Mereka pasti butuh sawi atau selada kan? Nah, jika kamu menanam sawi atau selada secara hodroponik kemudian kamu jual kepada mereka, berapa keuntungan yang kamu peroleh? Modalnya seribu untuk tiap gramnya dan bisa sampai Rp 4-5 ribuan. Ternyata dijalankan beneran sama dia dan menghasilkan uang," tutur dia.

Saat ini anggota LHS sekitar 500 orang dan diprediksi akan terus bertambah.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Puspa Agro Sidoarjo Kembangkan Sayuran Hidroponik