
SUMENEP (BangsaOnline) - Kelompok tani di Kecamatan Talango dan Kalianget mengaku kekurangan pupuk bersubsidi. Meski begitu, pemerintah menyatakan bahwa ketersedian pupuk di dua kecamatan Kalianget dan Talango dipastikan aman.
Hal ini muncul dalam acara sosialisasi pupuk bersubsidi dua kecamatan, yang dihadiri Danramil Kalianget, Kapten Infantri Sarkun, Kapolsek dan Camat, UPT Pertanian dan Distributor, Kios dan Gapoktan , termasuk juga Ketua Kelompok Tani yang ada di dua kecamatan Kalianget dan Talango.
Kepala Bidang Sumber Daya dan Penyuluhan Disperta Sumenep Kurratul Aini optimis, ketersediaan pupuk di Sumenep dipastikan tidak ada masalah. Selain memang belum seluruhnya terserap, saat ini sejumlah petani mulai beralih ke pupuk organik.
Ketersedian pupuk di Kecamatan Kalianget dan Talango dipastikan aman. Di Kalianget jumlah Pupuk Urea sebanyak 119 ton, pupuk SP 36 (54 ton), Pupuk Za (42 ton), pupuk phonska (38 ton), petroganik (27 ton).
Adapun di Kecamatan Talango pupuk Urea (514 ton), SP 36 (134 ton), Pupuk Za (140 ton), Phonska (142 ton) dan petroganik (70 ton)
Kata Sarkun, pupuk bersubsidi dipastikan aman dengan jatah yang diberikan oleh dinas, utamanya yang ada di distributor dan kios agar betul-betul dalam menyalurkan pupuk sesuai dengan aturan. "Saya mengimbau petani yang belum mempunyai kelompok supaya membuat kelompok agar mempermudah untuk mendapatkan pupuk bersubsidi," kata dia, kemarin.
Dia berharap, acara temu silaturrahim ini, mampu memberikan aspirasi baru bagi para petani, khususnya di dalam mengatasi kelangkaan, namun kita berharap agar di dua kecamatan tidak terjadi kelangkaan.
Ketua Kelompok Tani Kecamatan Talango H Madun, mengatakan, pupuk bersubsidi yang diperuntukkan Talango tidak mencukupi. Pihaknya sudah menyesuaikan RDKK tapi tetap saja kurang. "Kami berharap pemerintah menambah jatah untuk Kecamatan Talango, sebab dengan jatah yang diberikan sangat minim dibandingkan kebutuhan petani," kata dia.
UPT Pertanian Talango Bambang berharap petani tetap menggunakan pupuk organik sesuai anjuran pemerintah. "Soal kekurangan stok pupuk, kami akan mengusulkan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep agar untuk kecamatan Talango ditambah," kata dia.
Camat Kalianget Bahri berharap, petani tetap menggunakan pupuk bersubsidi sesuai anjuran pemerintah, meski stok kurang. "Petani supaya tetap bekerja dan mengutamakan hasil tani, meskipun jatah pupuk di Kecamatan Kalianget dan Talango sangat terbatas," harap dia.



