Bupati Mojokerto Prihatin Kasus Kekerasan Siswa SMKN 1 Jetis, PMII Desak Kasek Dicopot

Bupati Mojokerto Prihatin Kasus Kekerasan Siswa SMKN 1 Jetis, PMII Desak Kasek Dicopot

MOJOKERTO (BangsaOnline) - Mencuatnya video kekerasan siswa SMK Negeri 1 Jetis, Kabupaten Mojokerto yang diunggah ke situs YouTube tak ayal membuat banyak pihak geram. Termasuk, Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Bupati MKP yang mendengar kabar penganiayaan siswa SMK oleh rekan mereka sendiri mengaku marah dan mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) setempat cepat bersikap. 

"Terus terang saya sangat menyayangkan kasus ini. Saya sudah meminta agar Diknas bersikap agar kasus seperti ini tidak terulang," seru Bupati MKP disampaikan melalui Kabag Humas Pemkab Mojokerto, Ernawati, Selasa (17/3).

Bupati tidak menampik bahwa pihaknya kecolongan dengan terjadinya insiden penganiayaan siswa ini. "Kasus ini terjadi sudah lama namun baru terungkap sekarang," sesalnya.

Menyikapi kasus ini, Bupati yang masa baktinya bakal berakhir tahun ini berjanji mengambil sikap seperti mengefektifkan program Komunikasi Konseling Remaja (KKR) disetiap sekolah, memerintahkan guru BK dan psikiater agar memberikan penyuluhan berkala soal kenalan remaja dan bahaya narkoba.

Elemen mahasiswa PMII Kabupaten Mojokerto pun langsung bereaksi atas kasus ini. Aktivis PMII, Ahmad Asrofudin mendesak Dispendik mencopot Kasek SMKN 1 Jetis.

"Kita minta Bupati melakukan tindakan konkrit. Copot Kasek SMKN 1 Jetis yang lalai sehingga kejadian memalukan ini bisa ditonton jutaan rakyat," seru Asrofudin.

Sebab jika tidak, katanya, tindakan ini akan terulang. Pasalnya, jika tidak ada tindakan nyata dari Bupati maka efek jera tidak bakalan ada.
Sebelumnya, sejumlah orang tua murid berharap agar Bupati MKP bereaksi atas penayangan video kekerasan siswa SMKN 1 Jetis di YouTube. Umumnya para wali murid itu meminta agar Bupati MKP melayangkan keberatan dan meminta agar manajemen media sosial itu menghapus video berdurasi 1:25 menit.

Dalam video terlihat pelaku menghajar dengan cara memukuli serta menendang tubuh korban di dalam kelas dan disaksikan pelajar lainnya di pintu kelas. Video ini telah dilihat sebanyak 143 kali, namun, tentu yang melihat lebih banyak dari itu karena banyak dari masyarakat yang mendownload dan menyebarkan lewat HP ke HP.

Dari rekaman video tersebut terlihat pelaku memakai celana seragam sekolah warna krem dan kemeja berwarna biru sedang memukuli seorang siswa yang memakai seragam lengkap warna krem. Meski terdengar suara minta ampun dari korban, namun pelaku tampaknya tak menghiraukan rasa kesakitan korban.

Beberapa kali, pelaku melayangkan pukulan ke wajah korban serta melontarkan nada ancaman. Meski korban terlihat bersimpuh di lantai ruang kelas, meminta ampun namun pelaku justru menendang pada bagian dada korban. Bahkan pelaku menyeret korban ke arah meja belajar dan membenturkan kepala korban ke sudut meja.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: