Menengok Kondisi Janda Renta dan Buta di Nganjuk yang Tak Tersentuh Bantuan

NGANJUK (BangsaOnline) - Sumariatin (70), janda buta asal Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom hidup dalam segala kekurangan di usianya yang sudah sepuh. Wanita tua yang terbelakang mental ini hidup sebatang kara dan terpaksa tinggal di gubuk kecil berukuran 2 X 2 meter yang terbuat dari anyaman bambu bekas jamban dengan tidur beralaskan plastik tanpa kasur. Untuk tidur, makan, hingga buang air besar pun dia lakukan ditempat tersebut.

Kondisi ini diperparah dengan keadaannya yang belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Dari dulu dia tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah baik BPJS dan BLSM maupun PJLSUT, termasuk beras miskin dia juga tidak pernah mendapatkan jatah," ujar Manirah (80) tetangga yang setia menemaninya kepada wartawan.

Sudah hampir 10 tahun terakhir ini Sumariatin hidup menjanda. Sedangkan rumah yang ditempatinya ini sebelumnya sudah ambruk dan rusak parah sehingga tidak dapat ditempati. Atas bantuan dan belas kasihan tetangga, dia kini bisa menempati gubuk kecil itu.

"Untuk kebutuhan makan, dia menggantungkan belas kasihan tetangga," terang Manirah.

Karena hidupnya hanya menggantungkan. Belas kasihan kini kondisinya tubuhnya kurus kering tinggal kulit dan tulang. 

"Ya beginilah keadaannya, dia tidak bisa apa-apa, anaknya yang semata wayang juga jarang menengoknya," tambahnya.

Sementara, salah satu tetangga yang peduli, Mariono (43) mengatakan bahwa seluruh tetangga merasa prihatin terhadap nasib nenek tua ini. Selain terbelakang mental, nenek ini juga mengalami kebutaan. "Setiap hari secara bergiliran, kami membantu makannya," ujar Mariono.

Melihat keadaan nenek Sumariatin yang mengenaskan ini, Mariono berharap agar pemerintah bisa memberikan bantuan dan bisa membawanya ke rumahsakit untuk mendapatkan perhatian dan perawatan yang lebih baik. "Kami berharap pemerintah tanggap dan peduli akan nasibnya," pintanya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: