Kades Tidak Sesuai Keinginan Warga, Camat Camplong Sampang Didemo Warga

SAMPANG (BangsaOnline) - Penunjukan pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Sejati Kecamatan Camplong yang di SK Bupati Sampang mendapat pertentangan warga Sejati. Pasalnya, warga berkeinginan Pjs yang ditunjuk bukan dari luar desa atau staf kecamatan, akan tetapi tokoh masyarakat yang telah mendapat persetujuan warga.

Siang tadi (16/3), sekitar 100 warga dari Desa Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, ngelurug kantor Kecamatan Camplong untuk menuntut Camat Camplong menganulir Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Sejati, Sasmita yang di tunjuk oleh Pemerintah Daerah.

Padahal menurut mereka, selama ini pihak Badan Musyawarah Desa (BPD) Desa Sejati sudah melaksanakan pemilihan Pjs Desa Sejati secara prosedural. Ada tiga orang yang saat itu maju dalam pemilihan Pjs Desa Sejati, yakni Adra’i (Tokoh Masyarakat), Sasmita (Kasi Pemerintahan Kecamatan Camplong) dan Sugianto (Sekertaris Desa Sejati).

“Dalam pemilihan itu yang mendapat suara terbanyak, Adra’i dengan 5 suara, sasmita 4 suara dan Sugianto 1 suara. Sudah jelas hasil pemilihan yang menang Adra’i tapi Surat Keputusan (SK) Bupati kok malah turun ke orang yang kalah (Sasmita) yang jadi Pjs,” kata Sipul Ketua Badan Permusyawaratan Desa.

Menanggapi itu, Camat Camplong Syamhari menyatakan, bahwa pihaknya hanya mempunyai kewenangan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Bupati Sampang Fannan Hasib. Terkait dengan penunjukan Sasmita sebagai Pjs Desa Sejati merupakan kewenangan Bupati Sampang.

“Penerbitan SK hak dari Bupati, Camat tidak ikut campur dan hanya menyerahkan nama nama orang yang maju dalam pemilihan Pjs. Dalam SK itu menunjuk Sasmita sebagai Pjs.

"Memang dalam aturan undang-undang Pjs harus dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS),” jelas Syamhari di hadapan warga.

Masih menurut Syamhari, dalam peraturan juga di jelaskan, seorang Pjs harus mempunyai keterampilan dalam mepimpin serta mengerti tentang pemerintahan.

Mendengar jawaban dari Camat tersebut, amarah warga sempat memanas, warga kurang puas dan tetap berpendirian yang layak menjadi Pjs Desa Sejati, Adra’i.

“Camat harus mendengar dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Masa orang sudah menang kok malah jadi kalah, sama saja ini kehilangan istri,” teriak salah seorang warga.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: