Warga Mojokerto Berharap Video Kekerasan SMKN 1 Jetis di Situs YouTube Dihapus

Warga Mojokerto Berharap Video Kekerasan SMKN 1 Jetis di Situs YouTube Dihapus

MOJOKERTO (BangsaOnline) - Sejumlah orang tua murid di Kabupaten Mojokerto berharap agar Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP) bereaksi atas penayangan video kekerasan siswa SMKN 1 Jetis di YouTube. Umumnya para wali murid itu meminta agar Bupati MKP melayangkan keberatan dan meminta agar manajemen media sosial itu menghapus video berdurasi 1:25 menit.

“Kita sangat menyesalkan beredarnya video kekerasan siswa SMKN 1 Jetis yang tersebar luas di YouTube itu. Kita berharap Bupati MKP bertindak setidaknya dengan mengirim permintaan penghapusan video tersebut," harap Cahyono seorang wali murid siswa SMPN 8 kemarin (15/3).

Cahyono yang juga merupakan aktivis lingkungan ini mengungkapkan video itu tidak layak ditonton karena menyuguhkan adegan kekerasan.

"Tidak patut ditonton apalagi diperankan seorang siswa seperti itu,” ungkapnya.

Harapan serupa disampaikan Didik, warga Desa Canggu, Kecamatan Jetis. Ia meminta tindakan nyata dari Bupati agar tidak membiarkan kasus ini.

"Bupati kami harapkan turun tangan dan tidak mendiamkan kasus ini. Sebab kedepan kasus ini riskan dan akan mungkin terjadi jika didiamkan," katanya.

Sebagai wali murid, katanya, ia merasa sangat prihatin dan masqul atas kejadian ini. "Siswa kok perilakunya seperti preman gitu," sesalnya.

Dalam video berjudul 'Kekerasan Anak SMK 1 Jetis Mojokerto' tersebut disesalkan warga setempat. Pasalnya video kekerasan siswa yang diunggah pada bulan Januari 2015 dinilai tidak layak untuk di tonton. Warga berharap agar video kekerasan itu dihapus agar tidak semakin beredar luas.

Dalam video amatir tersebut, antara pelaku dan korbannya menggunakan seragam yang sama. Adegan kekerasan yang terjadi di salah satu ruang kelas itu diduga direkam olah satu satu teman keduanya dengan menggunakan kamera handphone. Dalam video terlihat pelaku menghajar dengan cara memukuli serta menendang tubuh korban di dalam kelas dan disaksikan pelajar lainnya di pintu kelas. Video ini telah dilihat sebanyak 143 kali dan terus meningkat.

Dari rekaman video tersebut terlihat pelaku memakai celana seragam sekolah warna krem dan kemeja berwarna biru sedang memukuli seorang siswa yang memakai seragam lengkap warna krem. Meski terdengar suara minta ampun dari korban, namun pelaku tampaknya tak menghiraukan rasa kesakitan korban.

Beberapa kali, pelaku melayangkan pukulan ke wajah korban serta melontarkan nada ancaman. Meski korban terlihat bersimpuh di lantai ruang kelas meminta ampun, namun pelaku justru menendang pada bagian dada korban. Bahkan pelaku menyeret korban ke arah meja belajar dan membenturkan kepala korban ke sudut meja.

Adegan terakhir, pelaku menyeret korban keluar dari ruang kelas dan terlihat siswa lainnya sedang duduk didepan kelas serta terlihat logo SMKN 1 Jetis di bahu kirinya. Kuat dugaan, jika video tersebut direkam secara spontan oleh siswa lainnya dengan kamera handphone karena terlihat dari rekaman video yang terbalik.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: