GP3K Ancam Pidanakan Distributor dan Kios Pupuk Nakal

BOJONEGORO (BangsaOnline) - Seringnya terjadi pupuk langka dan mahal di Bojonegoro mendapat perhatian khusus dari Gerakan Peningkatan Produksi Pertanian berbasis Korporasi (GP3K), Petrokimia Gresik. GP3K memberikan sosialiasasi soal seringnya terjadi pupuk langka kepada ratusan kelompok tani dan distributor pupuk di Makodim 0813 Bojonegoro, Jumat (13/3).

Menurut Departemen GP3K Petrokimia Gresik, Ari Arsanto, langkanya berbagai jenis pupuk bersubdi itu dipastikan karena adanya permainan yang dilakukan oleh oknum distributor dan kios, baik menimbun maupun menjual ke luar wilayahnya sebelum para petani bertanam. Sehingga saat para petani membutuhkan, pupuk di kios-kios itu kosong.

"Ada pun pasti harganya tinggi. Maka, melalui kegiatan ini Kodim Bojonegoro kita gandeng untuk terus melakukan pengengecekan dan pengawasan ke seluruh distributor agar tidak menyalurkan pupuk bersubsidi keluar wilayahnya," tegas Ari.

Selain itu, seluruh kelompok tani di Bojonegoro yang hendak membeli pupuk bersebusidi harus dengan syarat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), agar kebutuhan dan pengeluaran di distributor terkontrol secara jelas.

"Distributor dan kios yang menjual pupuk bersubsidi ini harus menjualnya dalam satu kecamatan. Tidak boleh orang luar kecamatan membeli di kecamatan lain," ujar dia.

Selain itu, Ari menegaskan jika para kios yang menjual pupuk bersubdi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), maka bisa terancam dicabut ijinnya dan sangsi pidana. Ia meminta distributor harus memantau ke kios yang menjual pupuk bersubsidi, agar penyalurannya sesuai dan tepat.

Sementara itu, HET jenis pupuk Urea satu karung atau dengan berat 50 Kg senilai Rp 90.000, ZA berat 50 Kg Rp70.000, SP 36 berat 50 Kg Rp100.000, NPK / Phonska berat 50 Kg Rp115.000.

"Jenis Petroganik yang paling murah, yakni satu karungnya (40 Kg) dengan harga Rp20.000," pungkas dia.


GP3K Ancam Pidanakan Distributor dan Kios Pupuk Nakal