Kota Kediri Mengalami Deflasi Meskipun Harga Beras Melambung

Kota Kediri Mengalami Deflasi Meskipun Harga Beras Melambung

KEDIRI (BangsaOnine) - Disaat harga beras melambung dipasaran, hingga menembus harga hampir Rp 11 ribu per kilogram, wilayah kota kediri justru mengalami deflasi ekonomi, dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah.

Kepala Bank Indonesia Kediri Joko Raharto mengatakan, jika diprosentasekan deflasi kota kediri, untuk periode bulan Januari hingga Febuari mencapai 1, 02 persen. Angka deflasi dikediri, menurutnya lebih rendah, jika dibandingkan dengan daerah lain di jawa timur. “Kota Kediri terendah di Jawa Timur,” ujarnya Jumat (13/3).

Melemahnya angka inflansi pada bulan januari hingga febuari, tidak lepas dari kebijakan pemerintah pusat, yang berani menurunkan harga bbm bersubsidi beberapa wktu lalu/dari harga 7,700 menjadi 6.600 prliter.

Sementara itu,ketika disinggung terkait kenaikan kembali harga BBM premium bersubsidi periode bulan Maret ini, dari Rp 6600 perliter menjadi Rp 6800, Joko Rahartarto masih optimis.

Perkembangan angka inflansi masih bisa ditekan kembali, hal Ini dikarenakan, pada bulan Maret, diperkirakan harga beras akan kembali turun, karena secara bersamaan diberbagai daerah, terutama penghasil beras, akan terjadi panen raya.

Lebih lanjut, pihaknya sebagai bagian dari anggota team pengendali inflansi kota kediri berharap, angka inflansi masih bisa dikendalikan hingga akhir tahun nanti tercapai 4 plus minus 1, bisa terendah di Jawa Timur. 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Kota Kediri Mengalami Deflasi Meskipun Harga Beras Melambung