PROBOLINGGO (BangsaOnline) - Sudah menjadi langganan, setiap kali hujan lebat mengguyur Kota Probolinggo, banjir selalu terjadi. Ironisnya, titik-titik banjir selalu terlihat di tempat yang sama.
Seperti di pertigaan lampu merah Brak, perempatan lampu merah Jl Basuki Rahmat, dan pertigaan lampu merah Zipur. Bahkan, RSUD Saleh yang berada di antara jalan Jl Panjaitan-Jl Basuki Rahmat-Jl Kartini, tak luput dari luberan banjir.
Akibatnya, jalan pantura mengalami kemacetan. Ketinggian yang mencapai hingga 50 cm menyulitkan kendaraan untuk menerobos genangan air disepanjang jalan pantura. Seperti di pertigaan Brak, jl. Brantas dan beberapa ruas jalan yang ada di Kota Probolinggo.
Di pertigaan lampu merah Zipur-Kasbah, asrama polisi tergenang. Jalan raya macet total karena ketinggian air hampir mencapai pinggang orang dewasa sehingga menyebabkan kemacetan. Banyak kendaraan roda dua yang menerobos genangan air.
Di Jl Arief Rahman Hakim juga tampak banjir setinggi lutut orang dewasa. Jalan terpaksa ditutup supaya pengendara motor tak terjebak macet.
RSUD Saleh yang setiap tahun langganan banjir, kali ini pun tak luput dari luberan. Air masuk ke ruangan pasien, baik dewasa maupun anak-anak. Sebagian pasien anak terpaksa di luar ruangan karena di dalam penuh pasien. Mestinya pemerintah dan dewan berani mengambil keputusan agar ada pembangunan bagi rumah sakit sehingga terbebas banjir.
Salah seorang warga, Wahyudi mengatakan dirinya berharap agar Walikota Hj. Rukmini cepat tanggap dengan keadaan ini. Karena, langganan banjir sudah tiap tahun terjadi.
"Kami meminta kesungguhan Pemkot dengan masalah banjir yang nyaris terjadi tiap tahun. Anggaran sudah besar, tapi kenyataannya masih saja terjadi. Keseriusan ini yang masyarakat tunggu," ujar Wahyudi, warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.
Warga yang lain, Sholehudin juga mengaku kecewa ketidakseriusan Pemkot dalam mengantisipasi masalah banjir yang tiap tahun terjadi.
"Pengelolaan Drainase yang buruk menyebabkan banjir sulit diatasi. Padahal, curah hujan tidak terus-terusan. Bagaimana, kalau siang malam terjadi hujan, pasti sulit dipikirkan," tegas Sholehudin dengan mimik kecewa.




