
LAMONGAN (BangsaOnline) - Keinginan, Muhammad Abdul Aziz (18); Andreas Adi Purnomo (18); dan Aga Setiawan (19), ketiganya warga Dusun Singoprono Desa Sukosari Kecamatan Mantup untuk menjadi polisi berakhir dengan kesedihan karena diterpa apes.
Bukannya menjadi polisi tetapi justru ketiga ABG ini harus gigit jari karena kehilangan uang. Dalam Laporan yang diterima petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lamongan, korban menuturkan bahwa awalnya mereka berkenalan dengan Sugeng Wibowo (37), asal Jalan Karang Duren Gang V Kecamatan Pakis Aji, Malang. Sebelumnya ketiganya dikenalkan oleh, Supono (37) asal Desa Sumberagung Kecamatan Mantup.
Dalam perkenalan ini, pelaku mengaku kedatangannya ke Mantup adalah untuk mencari pemuda desa untuk direkrut sebagai polisi. Tentu saja korban tertarik, apalagi dengan janji dari pelaku yang akan meloloskannya dalam rekrutmen kepolisian. Hanya saja untuk memuluskannya menjadi polisi, pelaku meminta sejumlah uang pada masing-masing pelaku.
"Saya diminta Rp. 130 juta; Adi Purnomo Rp. 149 juta dan Aga Setiawan Rp 165 juta," ungkap M. Abdul Aziz pada petugas SPKT Polres Lamongan (Rabu, 11/3).
Namun janji tinggallah janji, keinginan korban untuk menjadi anggota polisi pupus. Justru uang yang dipakai untuk memuluskan rencananya ini tak diketahui penggunaannya.
Paur Subbag Humas, Ipda Raksan yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penipuan ini.
"Kasusnya tengah di tangani penyidik," ungkapnya.
Pihaknya berharap agar masyarakat waspada terhadap praktek percaloan rekrutmen penerimaan tenaga Polri.
"Sebaiknya tanya ke Polsek-polsek terdekat," tandasnya



