Hindari Kejaran, Anjal dan Gepeng Nadalkan Komunikasi via Ponsel

MOJOKERTO (bangsaonline)-Aksi anak jalanan (anjal) dan gelandangan dan pengemis (gepeng) belakangan ini makin licin saja. Kaum termarjinal di Kota Mojokerto, kini melengkapi dirinya dengan handphone untuk meloloskan rekannya agar tak terjaring razia.

"Ketika seorang gepeng tertangkap dia berusaha memberitahu rekannya yang beroperasi di kawasan yang lain melalui HP (handphone). Sehingga gepeng memiliki kesempatan lari. Dan kesan yang timbul operasi ini bocor,'' papar Kasatpol PP Kota Mojokerto, Agus Supriyanto Senin (31/03/2014).

Mantan Kabag Umum RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo itu juga menurutkan, saat ini banyak wajah baru yang terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) lalu. "Banyak wajah baru. Tidak semua adalah pemain lama,'' jlentrehnya.

Hasil operasi ini segera diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) untuk dikarangtina. Namun ia mengeluhkan buruknya kondisi Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Balongrawe Baru, Kecamatan Magersari yang menjadi tempat penampungan anjal dan gepeng. "Tempatnya masih seperti itu. Kurang layak. Tapi itu bukan lagi urusan kita,'' sesalnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: