SIDOARJO (bangsaonline) – Kafe Ponti akan tetap buka meski ditentang keras oleh Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo. Manajemen kafe itu menyatakan tetap akan kembali beroperasi karena mengantongi legalitas usaha. Penegasan ini disampaikan Heri Kuncoro, pemilik Kafe Ponti, usai kedatangan anggota Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Barisan Ansor Serbaguna (banser) dan sejumlah warga Desa Sepande Kecamatan Candi, Minggu (30/3/2014).
Menurut Heri, pihaknya mengantongi legalitas usaha. “Legalitas kita punya. Negara ini, negara hukum dan yang punya kewenangan pemerintah, bukan ormas. Kalau tidak puas, silahkan ke pemerintah,” cetusnya. Karena itulah, Heri menyatakan Kafe Ponti bakal tetap buka. Diapun menyatakan kegiatan yang dilakukannya Minggu (30/3/2014) sore merupakan kegiatan amal, yang mestinya tidak masalah.
Heri pun menegaskan jika Kafe Ponti tidak akan menjual minuman keras (miras). Heri menambahkan, jika melarang, jangan hanya Kafe Ponti saja. “Kalau mau ditutup, tutup semua. Di Sidoarjo kan banyak kafe. Jangan hanya Ponti saja. Ini namanya diskriminatif. Usaha kita legal,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah mengaku tidak tahu alasan Kafe Ponti tidak boleh buka. “Saya tidak tahu soal nggak boleh buka. Saya datang ke sini karena ditelpon pak Heri yang mau membagikan santunan kepada anak yatim. Saya tadi ditelpon pas perjalanan pulang dari acara dan menjadi Irup di Kodim,” beber Saiful.
Ditanya terkait penolakan Ansor Sidoarjo terhadap Kafe Ponti karena persoalan Riyadi Solikin, Saiful menyatakan persoalan tersebut sudah selesai. “Ini (Kafe Ponti) kan rumah makan, silahkan lah kalau rumah makan. Yang penting tidak ada mirasnya. Ini sudah telanjur disewakan. Ijinnya rumah makan,” tandasnya. Ia menyatakan jika pemilik Kafe Ponti sudah menegaskan tidak akan menjual miras.
Soal manajemen Kafe Ponti yang menyatakan mengantongi legalitas, Pembina GP Ansor Sidoarjo HM Agus Ubaidillah menyatakan, penolakan terhadap Kafe Ponti tidak ada hubungannya dengan regulasi. “Soal regulasi, silahkan manajemen (Kafe Ponti) berhubungan dengan pemerintah. Yang jelas ini berhubungan dengan soal sensitivitas sosial. Regulasi yang dikeluarkan itu mestinya berhubungan dengan sensitivitas sosial,” tandasnya.
Agus juga menegaskan jika Ansor Sidoarjo secara organisasi tidak pernah dilibatkan soal pembahasan kembali beroperasinya Kafe Ponti. Agus menegaskan, pihaknya tetap akan memberikan rekomendasi ke Pemkab Sidoarjo untuk mengkaji ulang terhadap kafe-kafe lainnya yang beroperasi tidak sesuai dengan aturan dan undang-undang yang ada.



