SIDOARJO (bangsaonline) – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo tetap menolak rencana beroperasinya lagi Kafe Ponti, di kawasan Monumen Ponti, di Jalan Lingkar Barat Sidoarjo. Hari ini, mereka berencana kembali aksi untuk menyuarakan penolakan itu.
Sebelumnya, Sabtu (29/3) malam, sejumlah anggota Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menggelar istighotsah di halaman Kafe Ponti. “Hari ini, kami berencana mau aksi lagi. Soal bentuknya dan jam berapa aksinya, kami masih bahas dengan sahabat-sahabat Ansor,” cetus Wakil Ketua GP Ansor Sidoarjo, M Iskak, dihubungi BangsaOnline, Minggu (30/3) siang.
Kala Istighotsah depan Kafe Ponti, Sabtu (29/3) tadi malam, puluhan anggota Ansor dan Banser Sidoarjo menggelar doa Istighotsah dipimpin oleh HM Agus Ubaidillah, mantan Ketua GP Ansor Sidoarjo yang kini pengurus GP Ansor Jawa Timur. “Kami sangat prihatin dengan rencana dibukanya lagi Kafe Ponti,” cetus Agus Ubaidillah.
Penolakan Ansor Sidoarjo terhadap dibukanya kembali Kafe Ponti, berkaitan dengan kafe tersebut yang diduga terkait dengan peristiwa meninggalnya Riyadi Solikin (37), guru ngaji yang juga salah satu anggota Ansor Sidoarjo. Riyadi Solikin ditembak oleh salah satu oknum Polres Sidoarjo, Briptu Eko Ristanto, pada Jum’at, 28 Oktober 2011 silam.
Insiden penembakan berawal kala Solikin terlibat tabrakan dengan Briptu Widiyanto, yang juga anggota Polres Sidoarjo, di depan kafe tersebut. Nah di kafe Ponti itulah, Briptu Eko, sebelum insiden penembakan berlangsung, menikmati minuman keras. Perkara ini juga menyeret mantan Kasatreskrim Polres Sidoarjo AKP Ernesto Saiser, sebagai atasan Briptu Eko Ristanto, kala kejadian itu.
Kasus ini telah disidangkan dan memvonis terdakwa Briptu Eko dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, selama 11 tahun. Namun terdakwa banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur dan divonis 12 tahun. “Dan akhirnya vonis 12 tahun dikuatkan dengan putusan Makhamah Agung (MA),” cetus Baskoro Hadisusilo, kuasa hukum keluarga almarhum Riyadi Solikin, Minggu (30/3/2014).
Kala istighotsah di depan Kafe Ponti, Sabtu (29/3/2014) malam, hadir keluarga almarhum Riyadi Solikin, yakni istri almarhum, Maisaroh dan kakak ipar korban, H Kusnan. Sebelumnya, GP Ansor juga bertemu dengan Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf, di kantor PC GP Ansor Sidoarjo, Jum’at (28/3/2014). Pertemuan itu membahas soal tempat hiburan di Sidoarjo, diantaranya terkait rencana buka Kafe Ponti.




