BOJONEGORO (bangsaonline) - Sedikitnya 17 rumah warga di Dusun Korgan, Desa/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, terancam longsor masuk ke Sungai Kaligandong. Tebing Sungai Kaligandong ambrol dan makin mendekati rumah warga.
Tebing Sungai Kaligandong longsor sepanjang 80 meter dengan lebar 10 meter. Pohon dondong, pohon mangga, dan pohon bambu yang semula berada di tepi tebing sudah masuk ke sungai. Kini jarak antara tebing yang longsor dengan rumah warga tinggal empat meter.
Rumah warga yang terancam terkena longsor yakni rumah Mbah Dono, Marem, Suryono, Rawan, Wakiran, Samuri, Sumi, Jamari, Kemi, Sujud, Warti, Purnomo, Budi, Parto, Kiswoto, Keri, dan Kadir. Rumah warga ini berada di tepian Sungai Kaligandong.
Menurut Mbah Dono, tebing sungai longsor setelah terjadi banjir pada akhir Desember 2013. “Semula tebing yang longsor hanya beberapa meter. Namun, tebing tambah longsor parah setelah terjadi banjir pada Februari 2014. Kini tebing yang longsor tinggal beberapa meter dengan rumah saya,” ujar Mbah Dono yang tinggal sendirian di rumah berdinding anyaman bambu, Minggu (30/3/2014).
a menuturkan, tebing Sungai Kaligandong mudah longsor lantaran tidak ada tanggul atau penangkis di pinggiran sungai. Tebing yang longsor itu sebetulnya sudah dilaporkan pada pihak Desa Purwosari dan diteruskan ke Kecamatan Purwosari.
Namun, kata Mbah Dono, tebing sungai yang longsor itu hanya dipantau oleh petugas desa tetapi tidak dilakukan tindakan apa-apa. "Kalau dibiarkan, tebing yang longsor lambat laun akan menyeret rumah warga," ujar Mbah Dono.
Menurut warga lainnya, Jamari, tebing yang longsor itu tepat berada di daerah kelokan aliran Sungai Gandong. Tebing sungai itu baru ambrol setelah kondisi air Sungai Kaligandong surut.




