KH Ishaq Latief, Ulama Kharismatik Pesantren Tebuireng Wafat

BangsaOnline - Kiai sepuh Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Ishaq Latief, wafat, Jumat (27/2/2015). Kiai kharismatik ini meninggal dunia karena sakit dalam usia 74 tahun.

Sebelum berpulang kepangkuan Ilahi, KH Ishaq Latief sempat dirawat di RSUD Jombang, Kamis 26 Februari malam. Kiai Ishaq Latief yang dikenal fasih bahasa Arab ini meninggal sekira 11.45 WIB Jumat siang. Kabar tersebut tersebar melalui broadcast pengguna jejaring sosial Blackberry Mesenger (BBM).

Kiai asal Krian Sidoarjo ini memilih menghabiskan waktunya untuk mengajarkan ilmu kepada para santri dan rela tidak menikah. Berpuluh-puluh tahun tinggal di dalam pesantren bersama para santri. Hidupnya hanya didedikasikan untuk ilmu dan ibadah.

“Beliau merupakan sosok kiai yang langka, setiap malam tidak pernah tidur, hanya mengabiskan malamnya dengan muthala’ah (mengkaji) atau membaca kitab kuning hingga subuh,” tutur Oman, alumnus Pesantren Tebuireng yang tinggal di Jakarta.

Sebagai ulama besar, ribuan santri di Pondok Pesantren Tebuireng telah menimba ilmu dari Kiai Ishaq Latief. Tak hanya itu, Kiai Ishaq Latief juga memiliki pengajian rutin yang dikenal dengan pengajian Reboan di kampung halaman Sidoarjo.

"Pengajian ini diikuti masyarakat luas. Kami sebagai generasi muda NU sangat kehilangan sosok kiai sepuh seperti beliau," ujarnya.

Ketua Pengurus Cabang Ansor Jombang Zulfikar Damam Ikhawanto mengatakan, Ishaq Latief merupakan sosok kiai yang sangat konsisten dan bersahaja. Bahkan, sudah puluhan tahun beliau mengajar di Pesantren Tebuireng dengan berbagai ilmu agama Islam yang dimiliki kepada ribuan santrinya. "Beliau orang istiqamah. Di usia yang sangat sepuh, beliau masih mengajar dan terlihat akrab dengan santri-santri beliau," kata Zulfikar seperti dikutip Okezone.

Istiqamah dalam mengajarkan ilmu agama terlihat ketika beliau aktif mengabdikan diri di pesantren yang didirikan oleh Hadaratussyaikh M Hasyim Asy'ari ini.

Selain santri dan alumni Ponpes Tebuireng yang kehilangan, sejumlah penguna jejaring sosial menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya kiai kharismatik tersebut. Kontan saja foto Ishaq Latief serta postingan mengucapkan berduka cita juga mewarnai aktivitas sosial media.

Beliau dikebumikan di area makam masyayikh Pesantren Tebuireng, satu lokasi dengan makam Hadratussyaikh M Hasyim Asy’ari, KH A Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: