SIDOARJO (BangsaOnline) - Operasi pasar beras murah yang digelar oleh Perum Bulog Sub Divisi Regional V Jawa Timur di Pasar Tradisional Larangan di Kecamatan Candi, Kamis (26/02), kualitasnya mengecewakan masyarakat yang terlanjur berjubel mengantri. Sebab, beras murah yang dijual seharga Rp 7300 rupiah perkilogram tersebut, mangkak atau warnanya kekuning-kuningan,
Selain itu, operasi pasar tersebut tidak tepat sasaran karena pedagang nakal di Pasar Larangan ikut mengantri melakukan aksi borong. Akibatnya, banyak masyarakat yang kecewa karena tidak kebagian beras murah meskipun sudah mengantri.
Dari pantauan BangsaOnline.com, pembeli yang sebelumnya antusias dengan mengantri berdesak-desakan untuk membeli beras murah itu, akhirnya harus menelan kekecewaan. Sebab, beras yang telah dibeli dari operasi pasar beras murah itu, kualitasnya jelek. Berasnya mangkak atau warnanya kekuning-kuningan. Alhasil, sebagian masyarakat yang awalnya ikut mengantri, akhirnya mengurungkan niat untuk membeli.
"Berasnya tidak layak konsumsi, mas. Mangkak, warnanya saja kekuning-kuningan kayak gini. Belum tentu rasanya enak kalau di masak," keluh Ismaroh (40) salah satu pembeli asal Desa Cangkring Kecamatan Candi dengan nada kecewa setelah ikut mengantri.
Hal senada juga disampaikan Inayah (35) warga Desa Klurak Kecamatan Candi yang ikut antrian membeli beras di Pasar Larangan tersebut. Awalnya, dia mengaku gembira ketika mendengar kabar ada operasi pasar beras murah di lapangan Pasar Larangan sebelah utara.
“Kok banyak yang warnanya kuning, akhirnya saya tidak jadi beli. Biar mahal sedikit asal enak di makan," ujarnya.
Ternyata, operasi pasar beras murah dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan dengan ikut mengantri dan berencana menjual kembali beras subsidi dari pemerintah tersebut.
"Saya beli lima kantong plastik, saya akan jual lagi," kata salah seorang pedagang yang mengaku bernama Nardi (42) kepada wartawan, Kamis (26/02).
Rencananya, beras murah yang diborong dari bulog itu, bakal dioplos dengan beras lain.
"Berasnya itu nanti saya jual lagi, tapi saya campur dengan beras lain,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM (Dsisperindagkop UKM) Sidoarjo, Fenny Apridawati saat dikonfirmasi via telpon membantah kalau beras murah dalam operasi pasar, kualitasnya jelek.
"Saya menerima laporan kalau beras yang dijual dalam operasi pasar, kualitasnya bagus. Saya sendiri masih ada keperluan dinas di Jakarta,” ujarnya.
Sedangkan Kabid Perindag Disperindagkop UKM, Tjarda menyangkal kalau beras yang digelontorkan dalam operasi pasar kualitasnya kurang bagus.
“Tidak benar, mas. Saya juga ada dilapangan dalam operasi pasar itu. Bahkan dalam waktu singkat, beras yang digelar sebanyak 4 ton itu, langsung habis diserbu pembeli. Kami tidak mendengar ada pembeli yang mengeluh," sergahnya.



