JOMBANG (BangsaOnline) - Tudingan beberapa LSM tentang jumlah korban meninggal dunia akibat DBD di Kabupaten Jombang di palsukan, mulai terkuak kebenarannya. Data di lapangan pada bulan Februari ini, menunjukan ada peningkatan pada jumlah korban DBD yang meninggal dunia. Terakhir atas nama Yolanda 9 tahun asal Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Yolanda, putri ketiga pasangan Suyono-Marti, meninggal dunia pada 18 Februari 2015 pukul 04.00 WIB. Bocah kelas III SDN Gambiran 2 ini meninggal dunia pada hari ketiga saat menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Jombang.
"Masuk rumah sakit karena demam berdarah," ungkap Suyono (43), bapak Yolanda saat ditemui di rumahnya, Rabu (25/2).
Dia mengungkapkan, anak ketiganya itu selama menjalani perawatan di RSUD Jombang membutuhkan 15 kantong trombosit dan 15 kantong darah golongan B.
"Butuh kantong darah 30 kantong, karena di PMI Jombang tidak ada, saya harus bolak-balik ke surabaya selama dua hari untuk mendapatkan darah," kata Suyono didampingi isterinya, Marti (43).
Namun, setelah 3 hari menjalani perewatan intensif di ruang ICU di RSUD Jombang, Yolanda meninggal dunia. Berita acara kematian Yolanda sebagai pasien RSUD Jombang tertulis dalam surat keterangan tertanggal 18 Februari 2015 yang dikeluarkan oleh RSUD.
"Meninggalnya hari ketiga waktu di rumah sakit," ujar Suyono.
Kendati terdapat pengakuan dari keluarga korban meninggal dunia akibat DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang melansir data korban meninggal dunia akibat DBD sebanyak 4 orang. Jumlah kematian akibat DBD sebanyak 4 orang tersebut sama dengan data korban DBD yang dirilis pada akhir Januari lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Heri Wibowo mengungkapkan, pada Januari terdapat 144 korban DBD dengan jumlah meninggal dunia 4 orang. Pada bulan Februari ini, jumlah korban DBD sebanyak 87 kasus tanpa adanya korban meninggal.
Jumlah keseluruhan kasus DBD selama Januari hingga minggu terakhir bulan februari sebanyak 231 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia 4 orang.
"Jumlah kasus DBD selama Januari sampai dengan Februari 2015, ada 231 kasus dengan angka kematian empat," kata dr. Heri Wibowo.
Dia menambahkan, dari jumlah tersebut, puncak kasus serangan DBD kepada warga Jombang terjadi pada pertengahan bulan Januari lalu.
’’Tertinggi pada tanggal 15 hingga 19 Januari. Jumlah penderita setiap harinya mencapai 14 orang yang masuk ke rumah sakit,’’ sebut Heri menjelaskan.
Sejauh ini, jelas Heri Wibowo, jumlah korban meninggal dunia akibat DBD sebanyak 4 orang. Temuan adanya penderita DBD yang meninggal dunia pada rentang Januari hingga Februari 2015, menurutnya, belum bisa dilansir sebab belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Jombang.
Sebelumnya, ditemukan korban DBD yang meninggal dunia, antara lain, balita 3 tahun atasnama Vaninda, warga Sengon Jombang yang meninggal karena DBD tetapi tidak masuk dalam data korban DBD di Jombang. Balita tersebut meninggal pada 27 Januari saat menjalani perawatan di RSUD Jombang dan saat masuk didiagnosa terkena DBD.
Berikutnya, balita berusia 7 bulan atas nama Fahri Zafran Anindito, warga Kepanjen Jombang yang meninggal dunia pada 5 Februari. Terakhir, korban meninggal dunia akibat DBD adalah Yolanda (9), remaja putri asal Dusun/Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung.
"Terkait jumlah korban meninggal dunia, kami berdasarkan laporan RSUD Jombang. Kami belum menerima adanya laporan lagi dari RSUD Jombang, sehingga kami berkesimpulan jumlah meninggal akibat DBD masih 4 orang,’’ tandas Heri Wibowo.
Terpisah, Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, saat akan dikonfirmasi terkait jumlah pasien yang menjalani perawatan akibat serangan DBD, menyerahkan keterangannya kepada Dinkes Jombang.
"Biar sinkron langsung ke Dinkes (Dinas Kesehatan) saja, semua sudah kita laporkan setiap hari," ujarnya.
Sementara itu, Waras Zainudin, aktivis Repdem Jombang menegaskan Vaninda meninggal pada 27 Januari 2015 saat menjalani perawatan di RSUD Jombang karena DBD.
"Artinya sudah ada tujuh korban meninggal karena DBD. Namun aneh, Dinkes hanya mendata empat korban saja. Ada apa ini?, pembohongan publik semakin menguat," kata Waras.
Data DBD Jombang:
1. 21 Januari, 110 kasus, 4 meninggal (laporan Dinkes Jombang pada Wagub Jatim)
2. 27 Januari, 136 kasus, 4 korban meninggal (Sekda, Ita Triwibawati)
3. 31 Januari, 144 kasus, 4 korban meninggal (kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Jomabang, Mas Imam Ali Affandi)
4. 1 januari - 5 Februari, 162 kasus, 4 meninggal (Dir. RSUD, Puji Umbaran)
5. 1 Januari - 5 Februari, 162 kasus, 4 meninggal (Kadinkes, Heri Wibowo)
6. 1 Januari - 8 Februari, 166 kasus 4 meninggal (Kadinkes, Heri Wibowo)
7. 1 Januari - 9 Februari, 174 kasus, 4 meninggal (Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko)
8. 1 Januari - 23 Februari, 231 kasus, 4 meninggal (Kadinkes, Heri Wibowo)
Kasus kematian DBD ditemukan di lapangan:
1. 27 Januari, 1 penderita DBD atasnama Vaninda (warga sengon) meninggal
2. 4 Februari, 1 penderita DBD atasnama Fahri Zafran Anindito (warga kepanjen), meninggal dunia
3. 18 Februari, 1 penderita DBD atasnama Yolanda, warga Dusun Gambiran Mojagung, meninggal dunia.




