Petugas Wisata di Tuban Diduga Lakukan Pungli

Petugas Wisata di Tuban Diduga Lakukan Pungli

TUBAN (BangsaOnline) - Libur tahun baru imlek ternyata dibuat kesempatan untuk mengeruk keuntungan pribadi bagi para petugas disejumlah wisata yang ada di Kabuapaten Tuban.

Terbukti, ada beberapa pengunjung di Wisata Laut Kambang Putih (WLKP) Tuban yang merasa dirinya ditarif tidak sesuai karcis. Bahkan, ada pula tanpa karcis dengan mematok harga diatas hari normal.

Seperti yang dialami oleh Ratna warga Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, ia terkejut ketika datang WLKP dengan dikenai bayar sebesar Rp 5000 perorang. Bahkan, saat dimintai karcis maupun tiket tidak dikasih dengan dalih tiketnya sudah habis.

“Saya minta karcis (tiket,red), tapi tidak dikasih. Katanya masuk saja, karcisnya habis. Saya tidak tahu apakah itu petugas resmi atau bukan, wong tidak pakai seragam,” ujar Ratna, kepada BangsaOnline.com, Kamis (19/2).

Selain itu, kata Ratna, saat masuk ke lokasi WLKP, pintu utama tempat wisata ternyata dalam keadaan terkunci. Melihat kondisi seperti itu terpaksa dirinya hanya bisa sampai di halaman depan. Beberapa pasangan muda-mudi memang ternyat terlihat ada di dalam lokasi WLKP. Tapi tidak tahu mereka masuk dari pintu sebelah mana.

Selanjutnya, karena kecewa, Ratna dan keluarganya pun hanya betah lima menit di tempat itu untuk mengunjungi destinasi lainnya. Kali ini tujuannya Pantai Boom. Tetapi lagi-lagi Ratna harus bersitegang dengan petugas parkir di tempat itu.

“Masak parkir mobil Rp 10 ribu. Yang benar saja. Di Wisata Bahari Lamongan yang megah gitu aja parkir mobil Cuma Rp 5000. Sudah gitu nggak dikasih karcis pula,” kata Ratna kesal.

Bukan hanya Ratna yang kesal lantaran ulah “oknum” di tempat wisata itu. Di obyek-obyek yang tidak masuk destinasi berbayar seperti Pantai Janur Kuning, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, pengunjung juga tak luput dari pungutan. Di tempat wisata seperti ini besaran pungutannya tidak seragam. Ada pengunjung yang mengaku diminta membayar Rp 5.000, ada pula pengunjung yang mengaku dipaksa membayar Rp 20 ribu.

“Saya sama pacar saya, masing-masing disuruh bayar Rp 10 ribu. Kalau tidak mau akan dilaporkan. Ya gimana lagi, saya bayar saja daripada rame-rame,” tutur seorang remaja pengunjung Pantai Janur Kuning yang malu dipublikasikan identitasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pariwisata dan Kebudayaan Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Tuban, Sunaryo, tidak membantah jika di tempat-tempat yang biasa dikunjungi wisatawan selalu ada oknum-oknum yang memanfaatkan kesempatan. Akan tetapi, terkait hal itu akan dikoordinasikan dulu dengan UPT setempat. Sebab, dikhawatirkan itu bukan petugas wisata, melainkan orang lain.

"Tetap kami koordinasikan dulu mas, apakah praktik itu benar ndaknya," terangnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Petugas Wisata di Tuban Diduga Lakukan Pungli