
SIDOARJO (BangsaOnline) - Menindaklanjuti keluhan para petani di Sidoarjo terkait pupuk bersubsidi yang sering terjadi kelangkaan menjelang musim tanam, Komando Distrik (Kodim) 0816 Sidoarjo akan melakukan tindakan tegas terhadap distributor nakal yang menjual pupuk bersubsidi kepada pihak lain.
Langkah Kodim tersebut sebagai tindak perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo untuk bekerjasama dengan Kementerian Pertanian (Mentan) dalam merealisasikan swasembada pangan pada tahun 2018. Selanjutnya, KSAD memerintahkan kepada seluruh jajarannya hingga tingkat paling bawah, seperti Komando Rayon Militer (Koramil).
“Kalau dilapangan kami temukan ada distributor pupuk yang nakal, maka akan kami lakukan tindakan tegas,” kata Dandim 018 Sidoarjo, Letkol Arh Bambang Utomo kepada wartawan, Selasa (17/02).
Ditambahkan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap jalannya distribusi pupuk bersubsidi kepada para petani di Kabupaten Sidoarjo agar terwujud swasembada pangan tahun 2018. Distributor nakal akan ditangkap dan diserahkan ke polisi untuk ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Selain itu, kami juga akan mengawal terkait proses hukum yang berjalan, mulai dari kepolisian hingga ke pengadilan,” tegasnya.
Tidak hanya kepada para distributor pupuk bersubsidi yang nakal saja, sambung Babmabng Utomo, pihaknya akan mengambil tindakan tegas kepada oknum-oknum TNI yang disinyalir menjadi backing para distributor nakal.
“Disini saya juga menjabat sebagai Garnisun. Jadi saya bisa melakukan tindakan tegas apabila ada oknum-oknum TNI yang menjadi backing para distributor nakal,” pungkasnya.
Meskipun penyimpangan pupuk bersubsidi belum terindikasi diwilayah Kabupaten Sidoarjo, namun pihaknya tetap melakukan antisipasi adanya kebocoran-kebocoran itu maupun adanya oknum-oknum TNI yang disinyalir menjadi backing para distributor nakal.



