Sekretaris Gerindra Bojonegoro Bantah Gelapkan Uang

BOJONEGORO (BangsaOnline) - Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Bojonegoro, Anam Warsito, secara tegas membantah tuduhan penggelapan uang partai senilai Rp500 juta yang sudah dilaporkan Ketua DPC Partai Gerindra, Setyo Hartono ke Polres Bojonegoro.

Menurut Anam, dana untuk Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) tahun 2014 lalu hanya senilai Rp 50 juta. Yakni sebesar Rp10 juta dari uang DPC dan Rp 40 juta dana dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Selanjutnya, uang tersebut diserahkan ke bendahara Bapilu Pilpres atas nama Sulihati sebesar Rp 40 juta yang ditransfer tertanggal 21 Juli 2014 ditambah Rp10 juta uang dari kas DPC Partai Gerindra.

"Dana partai yang digunakan untuk Pilpres itu hanya Rp 50 juta," tegas Anam Warsito saat menggelar konferensi pers di Ruang Fraksi Gerindra, DPRD Kabupaten Bojonegoro, Selasa (17/2/2015).

Ia juga menegaskan jika selama ini menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra tidak pernah mengelola uang partai. Karena pengelolaan uang dilakukan langsung oleh bendahara DPC.

Begitupun untuk dana Banpol dan lain sebagainya berada di rekening DPC Partai Gerindra Bojonegoro. Proses pencairannya dengan penarikan melalui cek yang ditandatangani oleh Ketua DPC dan Bendahara DPC.

"Yang jelas saya tidak pernah mengelola uang partai dan tidak ada kaitannya dengan saya sama sekali," imbuhnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro tersebut menolak keras atas tuduhan penggelapan dana partai senilai Rp 500 juta, hingga menyebabkan dirinya dilaporkan ketuanya sendiri.

"Sekali lagi, saya tidak pernah terlibat dalam penggunaan maupun penggelapan uang partai," sambung Anam.

Seperti diketahui, kemarin (16/2) pengacara Ketua DPC Partai Gerindra Bojonegoro, melaporkan Anam Warsito ke Mapolres Bojonegoro. Laporan itu terkait dugaan penggelapan dana partai senilai Rp 500 juta.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Sekretaris Gerindra Bojonegoro Bantah Gelapkan Uang