Warga Pulau Arjasa Sumenep, Keluhkan Pelayanan PLN

SUMENEP (BangsaOnline) - Warga Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, mengeluhkan pelayanan listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak maksimal. Meski cuaca bagus, setiap pekan selalu terjadi pemadaman.

Fitriyah, warga setempat mengatakan, pemadaman listrik sering terjadi.

”Dulunya hampir dua kali dalam seminggu selalu padam, kali ini, mendingan hanya seminggu sekali,” katanya

Menurutnya, terjadinya pemadaman itu diduga karena kekuatan energi yang dihasilkan mesin genset tidak sepadan dengan jumlah pengguna.

”Selain itu, kami juga menduga disebabkan karena banyaknya pengguna listrilk ilegal. Kalau tidak percaya silakan telusuri saja,” katanya.

Bahkan kata Fitriyah, pengguna listrik ilegal terkesan sudah menjadi budaya yang tidak bisa dipisahkan dengan kondisi warga setempat.

Banyaknya pengguna listrik ilegal, kata Fitriyah, diduga akibat kerjasama di antara waga dengan pihak operator setempat.

”Kami yakin, saat ini pelayanan yang diberikan oleh PLN sudah bagus. Tapi saya menduga ada oknum petugas yang ikut memfasilitasi penggunaan listrik ilegal itu,” tegas dia.

Manager PT PLN Persero Rayon Sumenep Slamet Riyadi membenarkan jika di Kecamatan Arjasa sedang dilakukan pemadaman bergilir. Pemadaman itu dilakukan setiap satu kali dalam seminggu.

”Memang benar, karena terjadi difisit energi sampai 270 kilo watt (KW). Itu terjadi karena mesin gensetnya masih dalam tahap pembenahan,” katanya

Menurutnya, jika hal itu tidak dilakukan, pihaknya khawatir sampai terjadi kerusakan yang lebih parah. Sehingga, secara otomatis warga tidak bisa menikmati aliran listrik.

”Kami memang sengaja dilakukan pemadaman, itu terjadi secara bergilir dalam sepekan sesuai jadwal yang telah disepakati bersama,” katanya

Kendati demikian, pihaknya berjanji untuk segera memperbaikinya. Sehinga dipastikan jika perbaikan sperpat mesin genset itu sudah selesai, bulan depan akan kembali normal seperti sediakala.

”Tidak bisa dipungkiri jika perbaikan ini membutuhkan waktu yang agak lama. Karena sparepart harus dibeli di luar negeri,” ungkapnya.

Ditanya soal adanya dugaan adanya pelanggan ilegal, pihaknya mengaku hingga saat ini masih belum mengetahui kepastiannya. Sebab, masih melakukan verifikasi.

”kami sadari, kemungkian adanya pemakai listrik ilegal memang ada. Tapi kami berjanji jika perbaikan itu sudah selesai, akan kami tertibkan semua,” tukasnya.

Untuk diketahui, di Kecamatan Arjasa, Pulau Sapeken, sejumlah warga menikmati aliran listrik hanya sebanyak 12 jam. Sedangkan untuk pembangkit listrik menggunakan mesin genset. Adapun mesin genset saat ini berjumlah 9 unit. Diantaranya 4 unit milik PT PLN dan 5 unit lainnya milik salah satu perusahaan yang disewakan kepada PT PLN.

”Jadi, disana saat ini ada dua kepemilikan, satu milik PT Tamindo dan satunya milik PT Indo Tama,” tutup Slamet.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Warga Pulau Arjasa Sumenep, Keluhkan Pelayanan PLN