BangsaOnline-Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat, Allan Nairn, mengaku kerap mendapatkan ancaman pembunuhan setelah melakukan wawancara dengan mantan Kepala Badan Intelijen Nasional AM Hendropriyono pada 16 Oktober tahun lalu.
"Saya terima banyak ancaman pembunuhan.
Namun, saya tidak tahu dari siapa. Ada yang mengancam mau potong kepala saya
begitu," kata Allan ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa
(10/2).
Meskipun sering mendapatkan ancaman
pembunuhan, namun hingga kini Allan mengaku tidak menggunakan fasilitas
pengamanan tambahan untuk melindungi keselamatan dirinya. Allan mengatakan
tidak akan meminta perlindungan dari kepolisian selama menjalani pemeriksaan
sebagai saksi ke depannya.
"Saya
datang sendiri. Saya tidak meminta perlindungan saksi," kata Allan.
Kedatangan Allan sendiri ke Polda Metro adalah
untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas laporan kasus pencemaran nama
baik atas keluarga dan korban Peristiwa Talangsari oleh AM Hendropriyono. Saat
terjadinya insiden tersebut, Hendropriyono menjabat sebagai Komandan 043 Garuda
Hitam Lampung.
Sementara itu, pihak keluarga korban
menganggap Hendropriyono telah berbohong dalam wawancaranya dengan Allan yang
mengatakan seluruh korban di peristiwa Talangsari meninggal akibat bunuh diri.
"Polisi mewawancarai saya untuk menggali
fakta Jenderal Hendropriyono berkata kepada saya jika korban Talangsari bunuh
diri. Sebenarnya itu adalah pembunuhan massal pasukan Hendro. Jadi, saya
sampaikan itu kepada polisi," ujar dia.
Hingga saat ini, diketahui telah terdapat dua
saksi yang diperiksa Polda Metro Jaya dalam kasus tersebut. Pihak kepolisian
juga telah memanggil dua saksi dari Lampung untuk datang memberikan kesaksian
tambahan.
"Ada dua orang yang sudah dipanggil dari
Lampung, tapi sampai sekarang belum tiba. Diharapkan mereka bisa datang pekan
ini," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Martinus
Sitompul, kepada para wartawan, Selasa.




