Meski Mengandung Bakteri, Pakaian Impor Bekas Tetap Laris di Kediri

KEDIRI (BangsaOnline) - Keberadaan pasar pusat pakaian bekas yang berada di Desa Gringging, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur kini mulai diawasi oleh Kantor Bea Cukai setempat. Alasannya, pakaian impor tersebut didatangkan secara ilegal oleh oknum tertentu.

Kantor Pusat Pelayanan Bea dan Cuka Tipe Madya Kediri bakal menggali informasi lebih dalam mulai dari pola pembelian dan penjualan pakain bekas tersebut. Seandainya sudah tuntas maka akan segera dilaporkan ke bea cukai di Surabaya.

Kasi Intel KPPBKC Kediri Wijang Abdillah, pakaian bekas yang beredar luas di kediri termasuk barang illegal. Tetapi pihaknya mengaku tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan atau sidak.

“Dari hasil penggalian informasi, harapan kami agar bisa bergerak dan melarang peredaran pakaian bekas. Pertimbangannya, pakaian tersebut diduga mengandung bakteri,” ujar Wijang Abdilah, Mingga (08/2).

Sementara itu dari hasil uji laboratorium kementrian perdagangan. Hasilnya dalam pakaian bekas terdapat beberapa jamur dan bakteri.

Diberitakan sebelumnya, meski santer di media Nasional jika pakaian impor bekas mengandung bakteri yang membahayakan, namun penjualan pakaian bekas di sentra penjualan pakaian bekas tetap laris manis. Para pembeli tidak mempedulikan kabar tersebut karena bagi mereka harga murah dan kualitas bahan menjadi alasan utama pembelian.

Bagi para pembeli ancaman bakteri bisa diatasi dengan dibersihkan lebih dulu. Seperti yang diungkapkan oleh Nur Laili, salah satu pembeli mengatakan, dirinya tidak khawatir terkena bakteri dari pakain bekas yang baru dibelinya. Selama ini, ia sudah sering membeli pakaian bekas tetapi tidak mengganggu kesehatan.

Untuk harga pakaian bekas memang sangat cocok bagi mereka yang berkantong pas pasan. Untuk kaos merk terkenal hanya dijual Rp 5 ribu paling mahal Rp 10 ribu.

Harga pakaian tergantung kondisi dan bahan pakaiannya. Untuk kemeja rata rata Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Sedangkan jaket yang berkualitas harganya hanya berkisar antara Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu. 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: