SIDOARJO (BangsaOnline) - Setelah melakukan study banding di Desa Candi Kecamatan Candi, giliran puluhan kepala desa se-Jawa Timur yang mengikuti diklat pengembangan kapasitas SDM kepala desa dalam mewujudkan tata pemerintahan desa tahun 2015, mengunjungi Desa Kalisampurno Kecamatan Tanggulangin, Jumat (6/02).
Kedatangan rombongan didampingi panitia dari Badan Diklat Propinsi Jatim untuk survei lokus visitasi sebagai bentuk wujud nyata dari pelatihan serta memberikan pendidikan langsung untuk menciptakan kemandirian desa.
“Pelaksanaan diklat erbagi dua kelompok yakni kelompok pertama di
Balongsari, Surabaya sebanyak 400 orang dan kelompok dua di Jalan Kawi 4 Malang sebanyak 240 orang. Visitasi dibagi menjadi 16 lokus atau bagian masing-masing 40 orang. Lokus pertama dialokasikan pada Pasuruan diikuti 10 Desa dan di Sidoarjo 6 desa,” ujar Panitia
Diklat, Gatut Murdijanto.
Ditambahkan, visitasi bertujuan memotret desa unggulan di Jawa Timur. Salah satunya berada di Desa Kalisampurno Kecamatan Tanggulangin dengan prodak unggulan tas, dompet. Kegiatan visitasi ini dilaksanakan waktu sehari dalam seminggu.
“Mereka diberikan pemahaman dan pengertian juga meninjau lokasi
pembuatan tas dan dompet,bahkan ke showroom pertokoan permata.
Sekaligus mereka diberikan pemaparan sesusai dari lapangan, sehingga kedepannya dapat menciptakan kemandirian desa,” ungkapnya.
Salah satu peserta diklat, Kades Tanggalrejo Kecamatan Mojoagung, Jombang, Heru Wahono mengatakan bahwa diklat yang diikutinya sangat efektif dan bermanfaat.
“Selain menimba ilmu,juga menambah pengalaman serta memperluas wawasan untuk menggali potensi yang ada .Contohnya di Desa Kalisampurno, banyak produk-produk unggulan yang nantinya bisa diterapkan pada masing-masing desa,” ucapnya.
Sedangkan Camat Tanggulangin Sentot Kunmardianto melalui Sekretaris Camat (Sekcam) Yani Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program dari pemerintah Propinsi Jawa Timur berbentuk diklat yang diikuti kepala desa.
“Kebetulan di Desa Kalisampurno memiliki prodak unggulan yang dikenal hingga ke manca negara.Hasilnya dari diklat ini,harapan kami bisa dapat dikembangkan sehingga menciptakan produk-produk berpotensi di desanya nanti secara mandiri,” jelasnya.



