MOJOKERTO (BangsaOnline) - Proyek pembangunan tiga ruangan di Puskesmas Trowulan memprihatinkan. Proyek yang dibiayai dana APBD Kabupaten Mojokerto, senilai Rp 605.775.000, ternyata mulai mengalami kerusakan. Diantaranya plafon atap bangunan yang sudah retak. Padahal saat ini, tiga ruangan tersebut belum difungsikan.
Kondisi tembok proyek yang digarap CV Dua Permata itu, catnya mulai memudar.
"Yang jelas pihak Puskesmas Trowulan tidak mengetahui sedikit pun tentang pembangunan tersebut. Semuanya langsung dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto," cetus Kepala Puskesmas Trowulan, Dr H Mustakim, kemarin.
Terkait pemakaian gedung baru itu, dia menyatakan hingga kini belum ada penyerahan dari Dinkes Kabupaten Mojokerto.
Menurut Dr H Mustakim, karena belum diserahkan, pihaknya juga tidak berani memakainya.
“Padahal gedung yang lama telah dirobohkan dan diganti dengan bangunan tersebut. Yang jelas, dalam proses penghapusan gedung yang lama kita juga tidak mengetahuinya,” jlentrehnya.
Dia juga menegaskan, jika telah berkirim surat resmi ke Dinkes Mojokerto terkait dirobohkannya gedung lama. Namun hingga kini belum ada jawaban dari Dinkes Mojokerto.



