Korban Meninggal 5 orang, Pemkab Jombang Ngotot Tolak Status KLB DBD

JOMBANG (BangsaOnline) - Fahri Zafran Anindito, bayi berusia tujuh bulan meninggal dunia diduga akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), di RSUD Jombang, Rabu (4/2) malam. Kematian anak semata wayang pasutri Aris Rozi Anindito (30) dan Istiqomah (27) ini menambah daftar panjang korban yang meninggal dunia akibat DBD.

Di kabupaten Jombang, hingga 25 Januari lalu tercatat 132 kasus dengan 4 orang meninggal dunia. Pemprov Jawa Timur telah menetapkan Kabupaten Jombang sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD bersama 10 Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Timur.

“Anak saya didiagnosa kena DBD,” cetus Istiqomah, kepada wartawan, di rumah duka, di Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang, Kamis (5/2).

Menurut Istiqomah, sebelum menjalani perawatan di rumah sakit, anaknya mengalami panas tinggi. Fahri kemudian dilarikan ke RSIA Muslimat. Setelah tiga hari menjalani perawatan di RSIA Muslimat, putranya itu dirujuk ke RSUD Jombang. Namun nasib berkata lain, dua hari menjalani perawatan di RSUD, Fahri menghembuskan nafas terakhirnya.

Penetapan Kabupaten Jombang sebagai daerah KLB DBD oleh Pemprov Jatim ditolak oleh Pemkab Jombang. Menurut Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, hingga memasuki hari kelima bulan Februari, masih ada warga yang positif terkena DBD. Namun, jumlahnya menurun drastis dibanding pada awal Januari lalu.

Dengan turunnya jumlah penderita dibanding bulan sebelumnya, Kabupaten Jombang menurut Nyono tidak layak untuk ditetapkan daerah dengan status KLB DBD.

"Tidak perlu KLB, karena jumlahnya sudah mulai turun. Tidak lagi tinggi seperti bulan lalu," kata Nyono.

Soal kematian Fahri, Nyono berkilah masih menunggu keterangan resmi dari RSUD Jombang, apakah benar karena DBD atau tidak.

Senada disampaikan Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran yang mengatakan belum mengetahui bahwa ada pasien DBD yang dirawat meninggal dunia.

”Penyebab kematian itu belum tentu DBD, mungkin penyakit yang lain. Nanti akan kita cek dulu,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Kabupaten Jombang.

Di sisi lain, sejumlah warga mengkritik kebijakan Pemkab yang menolak status KLB pada kasus DBD. Mereka juga mengkritik kelambanan Pemkab dalam penanganan kasus DBD.

"Pihak desa sudah mengajukan fogging, tapi sampai sekarang belum dapat. Padahal daerah ini daerah endemic," kata Ketua RW 6 Desa Kepanjen, Imam Zainul Arifin. .

Sebagai catatan, pada Januari 2014, korban DBD di Kabupaten Jombang 144 orang dengan 4 orang diantaranya meninggal dunia. Sedangkan, hingga 5 Februari kemarin jumlah total korban DBD di Jombang sebanyak 163 orang. Dengan bertambahnya 1 korban meninggal dunia atas nama Fahri Zafran Anindito ini, jumlah korban DBD pada awal tahun 2015 ini sebanyak 5 orang. (dio/sta)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: