Komisi E DPRD Jatim Minta Tokoh Agama Dilibatkan Dalam Penanggulangan KLB DBD

SURABAYA (BangsaOnline) - Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, wabah penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti itu sudah meluas ke hampir seluruh wilayah Jatim. Tak kurang ada 23 kabupaten dan kota di Jatim yang terserang wabah DBD sehingga Jatim berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Fakta tersebut membuat anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Kartika Hidayati prihatin. Sebab, sudah 50 orang pasien DBD di Jatim meninggal dunia. Sementara ribuan lainnya dalam perawatan di rumah sakit hingga rumah sakit harus menampung pasien DBD di lorong atau selasar.

Kartika berharap korban tak terus berjatuhan karena musim hujan yang merupakan masa pertumbuhan nyamuk Aedes Aegyptiakan berlangsung hingga bulan Maret. Politisi asal fraksi PKB itu menilai langkah preventif dan promotif sangat penting disamping tindakan kuratif yamg sudah dilakukan pihak Dinkes dan RSUD. Karena itu, Kartika minta tokoh agama dilibatkan dalam penanggulangan wabah DBD ini.

“Para tokoh agama harus dilibatkan untuk menanggulangi wabah DBD ini. Para Kiai, ustad dan mubaligh bisa menyisipkan imbauan dalah khotbah sholat Jumat agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan membersihkan genangan air yang merupakan tempat berkembangbiak nyamuk Aedes Aegypti,” papar perempuan berkerudung itu, Kamis (5/4).

Ketua Muslimat kabupaten Lamongan ini menjelaskan, melibatkan tokoh agama sangat efektif karena di sejumlah daerah omongan kiai lebih didengar masyarakat ketimbang pejabat. Terlebih di Jatim ini banyak terdapat sejumlah pondok pesantren besar yang dibina oleh sejumlah kiai berpengaruh. Menurutnya, bisa disentuh kesadarannya lewat ungkapan Kebersihan Sebagian Dari Iman.

Anggota parlemen terpilih asal daerah pemilihan kabupaten Gresik dan Lamongan itumenambahkan, peran kiai sangat besar karena mereka bisa mengerahkan para santri yang jumlahnya tidak sedikit untuk menjadi kader penyuluh lingkungan ataupun juru pemantau jentik (Jumantik). Sedangkan untuk gong dalam memerangi wabah DBD, program Jumat Bersih harus diaktifkan bersamaan dengan fogging dan pemberian abate.

“Semua potensi yang ada harus dilibatkan untuk memerangi wabah DBD ini. Saya minta Program Jumat Bersih harus digalakkan pemerintah daerah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk siswa didik dan para santri,” imbuh fungsionaris PP Perempuan Bangsa ini.

Sebelumnya, Komisi EDPRD Jatim dipimpin langsung oleh dr Agung Mulyono selaku Ketua Komisi telah melihat langsung pola penanggulangan wabah DBD dengan melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Jombang pada Selasa (3/2) lalu.Agung menilai pemkab Jombang yang merupakan salah satu daerah yang berstatus KLB bisa dijadikan contoh penanggulangan DBD yang berhasil. Hal itu terlihat dari kesigapan RSUD Jombang dalam member pelayanan kepada pasien DBD.
“Jombang ini bisa dijadikan contoh bagi daerah lain dalam penanggulangan wabah DBD. Hal itu terlihat dari kesiapan RSUD Jombang menangani pasien.Keberhasilan itu berkat dukungan kepala daerah dan sinergisitas dengan Dinkes setempat,”pungkas politisi Partai Demokrat tersebut.


Komisi E DPRD Jatim Minta Tokoh Agama Dilibatkan Dalam Penanggulangan KLB DBD