Memprihatinkan, Alat Fogging Puskesmas Sidoarjo Ngadat

SIDOARJO (BangsaOnline) - Sebanyak 762 siswa dari kelas VII hingga IX SMPN 5 Sidoarjo dipulangkan lebih awal karena ada fogging di sekolahnya, Rabu (4/2).

“Karena (fogging) ini, program dari pihak puskesmas, kami memulangkan siswa lebih awal,” kata Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 5 Sidoarjo, Achmad Lutfi.

Fogging dilakukan hampir semua ruang kelas yang berjumlah 24 ruang kelas. Termasuk selokan yang menjadi sarang nyamuk Aedes Aegipty untuk mencegah mewabahnya Demam Berdarah Dengue (DBD) itu.

“Saat ini, masih belum ada siswa yang terkena DBD. Namun, adanya fogging ini merupakan pencegahan demam berdarah di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Dari pantauan BangsaOnline, alat fogging yang digunakan oleh petugas sanitarias Puskesmas Sidoarjo, kondisinya memprihatinkan. Mulai awal penyemprotan, mesinnya sering ngadat.

“Memang, kondisi alat kayak begini,” kata Petugas Sanitarian Pukesmas Sidoarjo, Santoso.

Dijelaskan, puskesmas sebenarnya memiliki 2 alat fogging. Namun, hanya 1alat fogging yang bisa digunakan. “Dan kondisinya memang begini,” tuturnya.

Diungkapkan, program fogging dilakukan mulai November 2014 lalu di Kecamatan Sidoarjo. Misalnya untuk sekolah, ada 164 sekolah yang terdiri dari 102 PAUD, 62 SD hingga SMA. “Hari ini, 3 sekolahan yang dilakukan pemfoggingan yaitu SMPN 5, TK Darma Wanita dan Paud Sidoklumpuk,” ungkapnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Memprihatinkan, Alat Fogging Puskesmas Sidoarjo Ngadat