LAMONGAN (BangsaOnline) - Belum surutnya debit air di kecamatan Babat tidak hanya merendam 1.297 rumah warga di dua kelurahan dan tiga desa, namun air juga merendam satu sekolah menengah pertama (SMP) dan empat sekolah dasar ( SD).
Akibatnya, pihak lembaga pendidikan meliburkan siswanya karena ketinggian air makin meninggi.
Di SMPN 1 Babat, guru terpaksa memulangkan siswanya lebih awal karena banjir menggenangi gedung tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar ini.
"Ketinggian air mencapai antara 20-60 cm dan sudah masuk kedalam kelas, terpaksa kita memulangkan siswa kelas 7 dan 8 karena ruang kelas mereka terendam banjir", ungkap wakasek SMPN 1 Babat, Mustaji.
Langkah ini dilakukan karena kelas 9 harus bersiap untuk menghadapi Ujian Nasional. Saat ini kata Mustaji, siswa kelas 9 sedang mengikuti try out dan sebagian dari mereka terpaksa harus mengikuti try out tanpa menggunakan alas kaki karena banjir membuat sepatu mereka basah.
Mustaji menuturkan, gedung sekolahnya yang berada di Desa Bedahan ini bernasib sama dengan pemukiman warga lain di desa tersebut yang terendam banjir.
"Banjir ini akibat curah hujan yang tinggi sehingga saluran air tidak mampu menampung banyaknya debit air," jelasnya.
Selain menggenangi SMPN 1 Babat, banjir akibat curah hujan tinggi dan buruknya drainase ini juga mengakibatkan sejumlah gedung sekolah lain di Babat juga ikut terendam. Beberapa gedung sarana pendidikan yang terendam tersebut diantaranya adalah 4 gedung SD yang ada di Kecamatan Babat.




