Rp 14,1 M Untuk Pembanguan Pasar Anom Sumenep

Rp 14,1 M Untuk Pembanguan Pasar Anom Sumenep

SUMENEP (BangsaOnline) - Setelah dua tahun pembangunan pasar anom mangkrak, pembangunan pasar tersebut akan dilanjutkan sekitar awal bulan maret 2015 mendatang. Sementara anggaran untuk pembangunannya diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 14,1 Miliar.

”Kalau tidak ada halangan, insyaallah pada bulan Maret 2015 pembangunan pasar anom yang baru akan dilanjutkan kembali. Itu kami dapat informasi dari Kepala DPPKA barusan,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumenep Juhari, Rabu (4/1).

Dikatakan, saat ini proses tender pekerjaan pembangunan itu sudah selesai dilakukan. Sehingga dipastikan pembangunan pasar anum itu berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

”Kalau angarannya, bersumber dari dana APBD, yakni pada tahun 2011 sebesar Rp 8,1 Milliar, dan APBD tahun 2013 Sebesar Rp 6 Miliar,” terangnya

Proses tender ulang tersebut, lanjut Juhari, karena masih ada beberapa aspek yang perlu dirombak dan dirubah, sehingga pedagang yang akan menempati pasar tersebut mau menerimanya.

Selain masalah kesalahan bestek, kendala paling menonjol dalam pembangunan pasar anom baru tersebut adalah tidak maunya pedagang menempati kios yang sudah dibangun oleh pihak rekanan. Hal itu dikarenakan, dalam pembangunan pasar anom tersebut banyak memiliki kekurangan, seperti pintu masuk pasar hanya dua, ponten hanya empat, dan ruas jalan menuju kios tidak memadai.

”Sebenarnya bukan masalah ketidak sesuaian bestek saja yang jadi penghambat molornya pembangunan pasar anom baru, melainkan karena paguyuban pasar banyak yang tidak mau menempatinya, alasannya karena banyak kekurangan,” papar Juhari.

Hal itu diketahui setelah dilakukan mediasi antara pemerintah dengan paguyuban pasar, para pedagang siap menempati pasar itu, asal pemerintah mau merubah pembangunan pasar sebagaimana yang dikehendaki pedagang. Bila hal tersebut dipenuhi, pemerintah diminta segera melanjutkan pembangunan pasar anom baru yang sempat mangkrak itu.

Kepala Dinas Pendatapan, pengeloaan, Keuangan dan Aset (DPPKA) Sumenep Carto terkesan menutup diri soal kelanjutan pembangunan pasar anum yang baru. Bahkan, carto terkesan menghindar dari kejaran media saat akan meminta konfirmasi. ”Silahkan saja korfirmasi kepada Komisi B,” katanya saat sejumlah wartawan berusaha meminta konfirmasi usai bertemu dengan komisi B DPRD setempat kemarin.

Sebelumnya, Komisi B DPRD Sumenep mengaku melakukan sidak ke lokasi pembangunan pasar anom baru tersebut, dan pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi sekitar pasar yang terkesan sembraut dan kumuh. Sehingga Komisi B memanggil Kepala DPPKA untuk mempertanyakan kelanjutan pembangunan pasar anom baru.


Rp 14,1 M Untuk Pembanguan Pasar Anom Sumenep