Pokmas Penerima Hibah 2014 di Nganjuk Diduga Fiktif

NGANJUK (BangsaOnline) - Bantuan hibah provinsi Jawa timur tahun 2014 kepada kelompok masyarakat (Pokmas) untuk pembangunan irigasi dengan kucuran dana masing-masing kelompok sebesar Rp.150 juta hingga Rp.250 juta diduga fiktif.

Dalam pelaksanannya, bantuan hibah di Nganjuk ini banyak kelompok yang diduga fiktif. Sebagaimana diketahui, pada tahun anggaran 2014 ada 28 kelompok yang dikoordinir Murdianto mantan kepala desa Patran Kecamatan Berbek.

Seperti yang terjadi di Desa Genjeng Kecamatan Loceret, pokmas Sumber Rejeki ini menerina bantuan senilai Rp.150 juta. Bantuan hibah ini seharusnya dilaksanakan secara swakelola oleh Pokmas Sumber Rejeki desa setempat.

Karena pokmas Sumber Rejeki sebagai pelaksana tidak ada (fiktif.red) maka dalam prakteknya dikerjakan oleh koordinator, sedangkan desa sebagai penerima bantuan hanya mendapatkan komisi sebesar Rp.7.5 juta yang diterima oleh kepala desa.

"Di desa kami yang ada 3 kelompok tani. Kalau kelompok pokmas sampai saat ini saya tiak tahu," ungkap salah seorang ketua kelompok tani yang namanya enggan untuk ditulis, Selasa (3/2).

Dari pantauan BangsaOnline dilapangan, 27 pokmas yang lain juga mengalami hal yang sama, pekerjaan yang seharusnya dikerjakan untuk memberdayakan masyarakat tetapi kenyataannya semua bantuan hibah pada tahun 2014 dilaksanakan oleh koordinator.

Sementara Murdiyanto mantan Kepala Desa Patran hingga berita ini ditulis belum dapat di konfirmasi, dirumahnya juga tertutup rapat.

"Pak Lurah keluar pak, gak tahu kemana" ujar tetangganya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: