MOJOKERTO (BangsaOnline) - Cukup bermodal celana pendek dan tas ransel doreng serta nampang di jejaring sosial facebook, Ach Baidowi (28) sudah berhasil mempedayai tiga perempuan. Walhasil, bapak satu anak asal Kota Pasuruan ini pun harus berurusan dengan polisi.
Laki-laki yang memang berambut cepak dan tampan ini disel tahanan Mapolsek Mojosari Kabupaten Mojokerto setelah dilaporkan Fitria (20) karena membawa kabur motor Honda Supra X-nya beberapa waktu lalu di SPBU Desa Awang-awang Mojosari.
Menurut Kapolsek Mojosari Kompol Rahmat Arifiani kepada wartawan di kantornya kamis (29/1), sebenarnya Fitria belum lama berkenalan dengan pelaku via facebook tanggal 17 Januari 2015 lalu.
''Baru dua minggu korban kenalan dengan pelaku di facebook dan langsung akrab. Mungkin korban terpikat dengan penampilan pelaku yang selalu memamerkan foto dirinya dengan berpakaian doreng,'' ujar kapolsek.
Tak hanya terpikat dengan ''ketentaraannya'' pelaku, tapi juga terpikat oleh rayuannya yang menjanjikan mengawini gadis remaja asal Pagesangan Surabaya itu.
Itu sebabnya gadis tersebut 'iya-iya' saja ketika diajak pelaku ke Pacet Mojokerto dengan mengendarai motornya. Ketika sampai di SPBU Awang-awang korban minta ke toilet untuk buang air kecil. Di saat korban pipis itulah motornya langsung dibawa kabur lengkap dengan STNK-nya yang kebetulan ditaruh di jok motor.
Usai buang hajat kecil itu bisa ditebak betapa kagetnya korban karena motor dan pria yang baru dicintainya itu lenyap. Saat itu pula dia melapor ke polsek setempat. Karena pelaku mengaku anggota TNI korban juga lapor ke Denpom V/2 Mojokerto.
Setelah dilakukan pengusutan pelaku pun berhasil ditangkap oleh Denpom di rumahnya yang kemudian diserahkan ke Polsek Mojosari beserta beberapa barang bukti diantaranya uang sebanyak Rp 4,650 juta hasil dari penjualan motor korban dan uang korban, sebuah HP dan lima lembar kartu ATM serta kaos dan tas ransel doreng.
Kepada petugas pelaku berdalih penipuan disertai pencurian itu dilakukan karena untuk biaya berobat anaknya. Namun dalih pelaku itu diragukan petugas sebab terbukti Fitria ini merupakan korban ketiganya. Sebelumnya dia beraksi di kawasan Sooko Kabupaten Mojokerto dan Sidaorjo.
''Jadi itu memang sudah profesinya,'' cetus kapolsek. Namun dalam aksinya pelaku tidak menyebut pangkatnya serta kesatuannya. Hanya mengaku di sebuah kesatuan TNI AD di Jember.




