TRENGGALEK (BangsaOnline) - Jumlah pasien terserang DBD (Demam Berdarah) di Kabupaten Trenggalek pada akhir bulan Januari Tahun ini meningkat tajam, hal tersebut di picu oleh adanya siklus lima tahunan atas munculnya DBD di berbagai wilayah Kecamatan Kabupaten Trenggalek.
Diketahui dari data Dinas Kesehatan Kab. Trenggalek, jumlah pasien DBD sampai dengan Selasa (27/1) telah mencapai 107 orang, dan untuk cikungunnya telah mencapai 138 orang. Dimungkinkan akan terjadi penambahan jumlah pasien hingga pertengahan maret bulan depan.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan,Pengendalian Penyakit dan Pengolahan Lingkungan (P2P & PL) Suparman, saat di temui di ruang kerjanya kemarin Selasa (27/1), kasus wabah DBD tahun 2013 mencapai 333 pasien, selanjutnya pada tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 301 pasien. Namun, menginjak bulan pertama di tahun ini terjadi peningkatan yang lumayan besar.
“Dalam satu bulan saja terdapat 107 pasien DBD,” cetusnya.
Selain itu suparman juga mengungkapkan, bahwa pasien yang terserang DBD sampai saat ini rata-rata adalah usia produktif.
”Rata-rata mereka yang masuk ketegori usia produktif (15 hingga 44 tahun) adalah mereka yang di serang wabah DBD, sementara untuk anak-anak dan orang tua menduduki peringkat di bawahnya” ungkapnya.
Di sisi lain Suparman juga menjelaskan, bahwa kecamatan Karangan dan kecamatan Trenggalek, masih mendominasi jumlah pasien terbanyak yang terserang DBD. Diharapkan pada masyarakat dua kecamatan tersebut untuk segera tanggap bila di tengarai di dalam lingkup keluarga terdapat salah satu anggota keluarganya yang menderita panas hinga dua hari berturut-turut untuk segera di larikan ke puskemas atau rumah sakit terdekat.



