Petani Putat Tanggulangin Sidoarjo Keluhkan Irigasi Tanpa Plengsengan

Petani Putat Tanggulangin Sidoarjo Keluhkan Irigasi Tanpa Plengsengan

SIDOARJO (BangsaOnline) - Petani di Desa Putat Kecamatan Tanggulangin kesulitan mendapatkan air untuk mengaliri sawahnya di musim tanam seperti saat ini. Sebab, saluran irigasi di areal persawahan masih berupa tanah. Padahal, kondisi tersebut sudah lama dialami petani hampir puluhan tahun. Petani terpaksa menggunakan air seadanya untuk mengaliri sawahnya meskipun berimbas penghasilannya ketika panen berkurang.

“Persoalan saluran irigasi yang berjarak 3 kilometer berbatasan dengan Desa Kedungbanteng, memang dikeluhkan para petani. Sebabkan saluran tersebut tidak ada pelengsengan. Maka, ketika musim tanam tiba, petani kesulitan untuk mendapatkan air,“ ujar Kepala Desa (kades) Putat melalui Kasi Pembangunan Desa, Ismail pada BangsaOnline, Jumat (16/01).

Selain kesulitan mendapatkan air, saluran tersebut terdapat banyak lubang tikus dan ketam sawah. Sehingga air yang diperlukan oleh petani tidak bisa maksimal. Untuk itu, pihaknya berharap, instansi terkait di Pemkab Sidoarjo merealisasikan program dan pembangunan di Desa Putat.

“Agar kebutuhan para petani dapat tercukupi sesuai harapan,” jelasnya.

Ditambahkan Ismail, sebenarnya masih banyak yang belum tersentuh bantuan pembangunan di Desa Putat. Seperti pavingisasi di kawasan RT 07, 08, 09 RW.02 yang menjadi jalur alternative menghubungkan ke Jalan Kabupaten antara Desa Balongdowo Kecamatan Candi dan Desa Gempolsari Kecamatan Tanggulangin.

Termasuk jalan desa yang rusak aspalnya, terletak diselatan kantor Desa Putat ini.

“Kondisi jalannya bergelombang,dan berlubang,“ pungkasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: