Kontroversi Jalan Mustofa Kamal Pasa, Pemkab Klaim Atas Usulan Warga

MOJOKERTO (BangsaOnline) - Pemberian nama Jl Mustofa Kamal Pasa sebagai nama jalan tembus yang menghubungkan wisata pemandian air panas Padusan dengan Desa Claket, Kecamatan Pacet, menuai banyak kritik. Bukan hanya warga kabupaten, warga kota pun turut menyayangkan.

Nama Mustofa Kamal Pasa yang saat ini menjabat sebagai bupati, dinilai belum layak diabadikan sebagai nama jalan. Okta, salah seorang warga Pacet, Selasa (13/01) menyatakan, nama bupati MKP, belum layak untuk diabadikan sebagai nama jalan.

”Saya sebagai warga Pacet asli, gak gampang nama seseorang itu dijadikan nama jalan. Iya kalau jalan pribadi, ini kan jalan umum,” cetusnya.

Beberapa warga menyampaikan senada. Mereka menyatakan penamaan JL MKP dinilai tidak etis, apalagi dana pembangunannya menggunakan dana APBD, bukan dana pribadi. Selain itu, ada juga yang mempertanyakan prestasi menonjol MKP yang membuat namanya layak dijadikan nama jalan.

”Kalau bupati-bupati yang dulu kan sudah jelas jasa-jasanya seperti apa, sehingga dijadikan nama jalan. Lah ini, baru juga menjabat sebagai bupati. Iya kalau seterusnya baik, kalau nati dibelakangnya ada apa-apa,” kata Imey, warga Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Sementara Kades Bangsal Anton Fatkhurahman menegaskan membuat nama jalan itu harus ada pertimbangan, analisa dan sebagainya.

''Ada kaidah-kaidah atau tatanan dalam memberikan status atau nama jalan. Misalnya, beberapa tokoh yang diakui jasanya sebagai Pahlawan Nasional, sehingga patut diabadikan sebagai nama jalan,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Mojokerto Alfiah Ernawati menyatakan, penamaan ruas jalan baru yang menghubungkan wisata pemandian air panas Padusan dengan Desa Claket ini merupakan inisiatif warga setempat, dan bukan atas permintaan bupati.

"Kalau memang ada nama Pak Bupati di gapura situ, mungkin masyarakat yang menginginkan itu untuk mengenang nama Pak Bupati. Tidak mungkin Pak Bupati memilih nama jalan, itu masyarakat yang menginginkan," kata Erna, di kantornya, Rabu (13/1).

Menurut Erna, gapura jalan bertuliskan ''Jalan Mustofa Kamal Pasa'' yang terletak di Desa Claket, Kecamatan Pacet itu dibangun secara swadaya oleh warga setempat.

"Gapura itu yang menggarap desa. Dananya dari dana hibah pemkab (Mojokerto), untuk nilainya berapa saya kurang tahu betul," tandasnya.

Pernyataan Erna ini bertentangan dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Mojokerto, Zainal Abidin. Menurut Zainal, gapura berlogo Jalan MKP itu dikerjakan oleh Dinas PU melalui rekanan pemenang tender. Selain itu, penamaan ruas jalan berkonstruksi beton sepanjang 4,6 Km itu sengaja dipilih untuk mengenang jasa Bupati Mojokerto yang saat ini menjabat.

"Di pintu masuk itu ada nama Jalan Mustofa Kamal Pasa karena pembangunan jalan ini idenya Pak Bupati (Mustofa Kamal Pasa) untuk mengatasi kemacetan, kita menawarkan kepada pak bupati apakah berkenan sebagai kenang-kenangan nama beliau. Karena beliau berkenan ya kita pasang nama tersebut," ucap Zainal.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: