Paguyuban Pedagang Kaki Lima Tolak Portal Pasar Baru Krian

SIDOARJO (BangsaOnline) - Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PPKL) Merah Putih Pasar Baru Krian menolak pemasangan portal di pintu masuk pasar. Alasannya, portal tersebut mempengaruhi pembeli datang yang berimbas pada sepinya pengunjung.

“Masak, pembeli hendak mencari jarum jahit saja, harus dikenakan bayar portal Rp. 1.000,-. Sedangkan harga jarum jahit hanya sebesar Rp 500,-. Lebih mahal bayar portalnya daripada barang yang hendak dibeli,” ujar Penasehat PPKL Merah Putih, H. Marsaid dengan nada sengit, kemarin.

Mereka juga mengeluhkan penataan lokasi yang amburadul. Dicontohkan, stan kuliner yang penataannya berdekatan dengan stan pemotongan ayam. Dampaknya, bau tak sedap yang berasal dari stan pemotongan ayam membuat pembeli kurang berminat membeli makanan di stan kuliner disitu.

H.Marsaid menegaskan, bahwa, pihaknya mendampingi keberadaan PKL di Pasar Baru Krian. Sebab, berbagai keluhan dari PKL tidak ada respon positif dari berbagai pihak terkait.

“Kami melakukan pendampingan karena keluhan para PKL belum ada tanggapan serius dari kecamatan ataupun pihak pengembang Pasar Baru Krian,”tandasnya.

Jika dalam waktu dekat belum ada kepastiannya, lanjut Marsaid, pihaknya segera mengadu ke para legislator yang duduk di DPRD Sidoarjo.

"Kami akan mengadukan ke DPRD Kabupaten Sidoarjo. Kami juga akan menghadap ke Bupati Sidoarjo,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Krian Probo Agus ketika dikonfirmasi terkait keluhan PPKL Merah Putih Pasar Baru Krian mengatakan, bahwa, permasalahan tersebut harus diselesaikan dengan berbagai pihak terkait.

“Masalah portal ini, melibatkan berbagai SKPD di Pemkab Sidoarjo. Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo,” pungkasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: