Sejak Crisis Center Dipindah, Keluarga Koban AirAsia Merasa Diabaikan

BangsaOnline - Keluarga penumpang AirAsia merasa ditelantarakan dan dibodohi karena sejak crisis center dipindahkan ke Gedung Mahameru Polda Jatim tidak pernah mendapat update perkembangan proses evakuasi di lokasi.

"Kami cuma di sini duduk, dikasih makan, dikasih minum lihat televisi terus. Yang kami butuhkan update di lapangan. Terus terang kami ditelantarkan di sini," kata salah satu keluarga penumpang kepada Presdir AirAsia Sunu Widiatmoko saat mengupdate hasil identifikasi, Kamis (1/1/2015).

Hal senada dilontarkan Bambang, ayah dari Tatri penumpang AirAsia yang merasa makin menjadi bodoh karena tayangan salah satu televisi yang ditayangkan menggunakan layar besar di dalam crisis center.

"Di sini memang tempatnya oke, fasilitas oke. Cuma di sini kayak orang bodoh, makan minum. La mbok ada laporan terbaru dari lokasi kiar keluarga jadi paham," tegasnya.
Bambang juga mengaku keluarga penumpang tidak membutuhkan tayangan televisi maupun live streaming. Yang dibutuhkan adalah update di lokasi pencarian, bukan lihat tayangan televisi.

"Tidak perlu live streaming. Kan di sini ada Basarnas Surabaya, kan bisa suruh telepon Basarnas pusat tanya perkembangan evakuasi di lokasi dan hasilnya disampaikan ke kami. Tidak seperti sekarang hanya suruh datang dikasih makan, minum suruh lihat televisi. Tambah kayak orang bodoh," tegas Bambang.

Mendapat protes, Presdir AirAsia Indonesia Sunu Widiatmoko meminta maaf secara langsung kepada keluarga atas ketidaknyamanannya. "Kami sudah cek. Karena ada kendala teknis memindahkan recoder. Kami juga sudah kirim kru kami ke Basarnas agar bisa mendapat update yang bisa kita share ke keluarga," tegas Sunu.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: