
NGANJUK (BangsaOnline) - Warga Prajuritkulon kota Mojokerto berinisial EBS (17) ditangkap tim buser Polsek Ngronggot karena ulahnya telah melakukan perampasan sepeda motor jenis Suzuki Satria milik SU (13) siswa kelas 7 SMP Taman Siswa Mojokerto yang beralamat di jl. Magersari 10/5 kecamatan Magersari Kota mojokerto, selain merampas motor korban pelaku juga nelakukan penganiayaan.
Bermula dari SU yang mengendarai sepeda motornya ketika malam mingguan di Gelanggang Olah Raga A Yani (GOR) Mojokerto. Saat itu dia duduk-duduk kemudian didatangi 2 orang yang belum dikenal sebelumnya. Dalam obrolannya akirnya pelaku minta diantar ke parkiran bypass, entah karena apa korban menurut tanpa curiga sedikitpun.
Dengan berboncengan bertiga, korban diapit ditengah menggunakan sepeda motor korban, tetapi setelah sampai parkiran bypass pelaku tidak menghentikan motornya, mereka malah terus kebarat hingga sampai di area persawahan di Desa Banjarsari Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Disitulah pelaku menghentikan motornya, dengan mengeluarkan senjata.
Kedua pelaku langsung menganiaya korban hingga korban mengalami luka dibagian kepala. Namun korban masih berontak dengan menelepon orang tuanya sehingga pelaku menggigit jari korban hingga membiru.
"Saya dipukuli pelaku dengan helm dan juga roti kalung" ungkap
korban sambil menunjukkan bekas luka dikepalanya yang masih
diperban, senin (22/12/2014).
Sementara AKP Totok Ismanto SH Kapolsek
Ngronggot membenarkan penangkapan pelaku perampasan dengan inisial ABS ditempat
kerjanya sebagai tukang parkir di GOR Mojokerto. Saat asik main HP dia
diringkus tim reskrim, sementara motor korban di letakkan ditempat
parkir.
"Kami bersama tim mengejar pelaku di Mojokerto, setelah mengetahui keberadaan pelaku, kami bekerja sama dengan Polsek Banjarsari meringkus pelaku di tempat kerjanya" jelasnya.
Barsamaan dengan ditangkapnya pelaku petugas juga nengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki Satria, 3 buah handphone, satu roti kalung yang dipakai menganiaya korban juga pisau lipat serta dompet dan tas pelaku.
"Kami masih mengembangkan kasus ini karena pelaku bejumlah 2 orang, dan diduga kuat pelaku adalah agnggota jaringan pencurian sepeda motor" pungkasnya.



