Timothy O Hehir (26) dan Scoot O Hehir (22), kakak beradik asal
Australia, masih ditahan di Mapolsek Kuta Utara. Keduanya dilaporkan
mengeroyok warga karena marah saat ditegur kencing di dekat pura
keluarga. Apa pengakuan mereka?
"Mereka bilang tidak tahu (kalau
kencing di dekat pura dilarang)," kata Kapolsek Kuta Utara AKP Ronny
Riantoko saat ditemui di Mapolsek Kuta Utara, Jalan Raya Batu Bolong,
Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (21/12/2014).
Timothy dan
Scoot mengaku tidak tahu jika pura termasuk tempat sakral bagi warga
Bali. "Hanya itu yang bisa kami gali dari tersangka terkait kencing
sembarangan tersebut," ujar Ronny.
Soal pengeroyokan, Timothy dan
Scoot mengaku hanya memukul korban satu kali. Ini berbeda dengan
keterangan korban yang mengaku dikeroyok dan dipukul bertubi-tubi hingga
mengalami luka lebam di wajahnya.
"Keterangan tersangka hanya dipukul sekali. Kemudian dipisah oleh warga sekitar," jelas Ronny.
Tapi kalau memukul sekali kenapa kondisi korban sampai babak belur. Bahkan jam tangan dan kaca mata korban pecah.
Namun setelah dimediasi, kedua belah pihak sepakat berdamai. Tersangka
meminta maaf ke korban dan warga Bali. Kesepakatan damai sudah dibuat.
Ini tinggal menunggu korban untuk datang ke Mako untuk tanda tangan,"
ujar Ronny kepada detikcom, Minggu
(21/12/2014).
Kedua bule itu berjanji membiayai perawatan korban. Juga mengganti jam tangan dan kacamata korban yang pecah.
ā"Kami hanya memfasilitasi dengan membuatkan nota kesepakatan damai," ulas Ronny.
Ronny
menjelaskan jika ada proses damai, maka ada ketentuan pencabutan
laporan.ā Jika demikian, kasusnya akan dihentikan. Timothy dan Scoot
akan bebas jika kesepakatan damai telah ditandatangani. Dijadwalkan
penandatangan dilakukan malam ini.
Meski damai, kedua belah pihak
belum sepakat soal sepakat membayar ganti rugi upacara pura keluarga
(sanggah). Hal ini akan dinegosiasikan lagi.
Timothy
dan Scoot dilaporkan I Wayan Mudipa (35), warga Banjar Canggu, Desa
Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Dalam laporan disebutkan pada
Jumat (19/12) sekitar pukul 19.30 WITA, korban berada di restoran
miliknya di Jl Canggu. Dia kaget karena Timothy kencing di dalam toko,
sedangkan Scoot di Pura keluarga.
Korban pun menegur kedua
tersangka. Bukannya meminta maaf, tersangka marah dan menyerang korban
dengan botol bir. Tersangka diamankan keesokan harinya atau Sabtu
(20/12) kemarin.




