BOJONEGORO (BangsaOnline) - Hujan deras yang mengguyur wilayah timur Bojonegoro tiga
hari terakhir membuat sungai Kleco di Kecamatan Kepohbaru meluap.
Akibatnya, tujuh rumah yang di lewati sungai Kleco terendam air, Sabtu
(20/12/2014).
Selain menggenangi rumah, banjir juga merendam
puluhan hektare tanaman padi yang baru ditanam sepekan terakhir. Selain
itu, jalan poros kecamatan yang menghubungkan antara kecamatan Baureno
dengan Kepohbaru juga terendam banjir setinggi 60 cm.
Camat
Kepohbaru, Sukirno mengatakan, kali Kleco itu mulai meluap sekira pukul
03.00 WIB dini hari tadi, meluapnya kali itu disebabkan tak mampu
menampung banyaknya air kiriman dari beberapa desa di Kecamatan
Kedungadem dan sekitarnya.
"Sudah dua kali ini Kali Kleco
meluap, terakhir hari Senin kemarin tetapi hanya berskala kecil, hari
ini besar luberannya," ujarnya.
Dia menjelaskan, tujuh desa itu
antara lain, Desa Brangkal, Nglumber, Woro, Bumirejo, Tlogorejo,
Sumbergede dan Sugihwaras. Di Desa Brangkal, sebanyak 15 rumah tergenang
air, tanaman padi 40 hektare (ha) yang baru berumur 1 minggu juga
terendam. Sedangkan di Desa Nglumber 10 ha tanaman padi berumur 1 minggu
juga terendam air.
"Di Desa Woro, sebanyak 15 rumah juga
terendam dengan ketinggian air 10-25 cm, sawah sekitar 25 ha yang di
tanaman padi berumuh 1 minggu," jelasnya.
Sementara Di Desa
Bumirejo sebanyak 16 rumah juga terendam air dengan ketinggian 10 sampai
25 cm. Desa Tlogorejo 7 rumah. Desa Sumbergede sebanyak 15 rumah dengan
ketinggian air 10 sampai 25 cm. Desa Sugihwaras ada 14 rumah dengan
ketinggian air 10 sampai 25 cm dan sawah kurang lebih 41 ha yang
ditanaman padi.
"Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian ditaksir
mencapai Rp70 juta rupiah. Saya harap masyarakat selalu waspada dengan
bencana banjir ini, jangan sampai menjadi korban," pungkasnya.




