Pohon-pohon di Surabaya jadi Korban Caleg Mokong

SURABAYA (bangsaonline) - Sikap bandel para calon anggota legoislatif (caleg) di Surabaya yang tetap memasang alat peraga kampanye (APK) dengan cara dipaku di pohon, memantik reaksi sejumlah kelompok masyarakat.

Pasalnya, dengan cara memaku APK di pohon, seorang caleg telah merusak lingkungan. Beberapa kalangan menilai, caleg semacam itu tidak layak dipilih.

Wakil Ketua PC GP Ansor Surabaya, M Hasyim Asyari mengatakan, banyak pohon jadi korban arogansi para caleg. Menurutnya, komitmen para caleg apabila sudah merusak lingkungan harus dipertanyakan.

''Bagaimana mau membangun Surabaya kalau belum-belum sudah merusak lingkungan,''katanya, Senin (24/3/2014).

Menurut Hasyim Asyari, meski Panwas dan KPUD Surabaya sudah bertindak dengan melakukan penertiban, namun tidak membuahkan hasil. ''Seolah-olah jadi guyon, di sini dilepas, kemudian dipasang di sebelah lain, ini kan menyalahi komitmen,'' katanya.

Cak Hasyim, demikian dia biasa disapa, mengatakan, caleg semacam itu tidak pantas menjadi wakil rakyat. Sebab, katanya, dari sisi mental dan prilaku sudah tidak bisa diandalkan. ''Jangan-jangan kalau sudah jadi nanti merusak sistem, bukan malah membenahi,'' katanya.

Dia mengusulkan, ke depan para caleg yang akan betarung dalam pemilu legislatif harus ada syarat menyerahkan sejumlah pohon sebagai ganti rugi. ''Perbandinganya jangan satu pohon banding satu, bila perlu satu pohon yang dipaku harus diganti 100 pohon,'' katanya.

Seperti diketahui, ribuan APK milik caleg di Surabaya kerap dijumpai terpaku di batang pohon di pinggir pinggir jalan. Kondisi tersebut teus berlangsung meski pihak penyelenggara pemilu sudah melakukan penertiban.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: