Penyandera Lindt Cafe, Bunuh Isteri dan Terlibat 50 Kasus Kekerasan Seksual

BangsaOnline-Man Haron Monis (50), pelaku penyanderaan di Kafe Lindt, Sydney, Australia yang menewaskan dua nyawa, akhinrya tewas ditembak aparat keamanan setempat. Selain melakukan penyanderaan, pria asal Iran itu ternyata memilik catatan kriminal yang cukup panjang.

Monis lahir di Iran dan mendapatkan suaka di Australia itu tinggal di wilayah Bexley Utara atau tepatnya sebelah selatan Sydney. Monis disebut oleh media Australia sebagai sheikh gadungan dan seorang pelaku kejahatan.

Berikut empat kejahatan yang pernah dilakukan Monis:

Pada tahun 2002 Monis pernah didakwa dalam kasus pelecehan seksual dan dan tindakan penyerang secara tidak sopan pada seorang wanita muda. Bahkan dirinya didakwa lebih dari 50 tuduhan atas perbuatan tidak menyenangkan dan kekerasan seksual. Monis menyebut dirinya sebagai seorang penyembuh spritual.

Monis tidak ditahan dalam kasus ini karena tuduhan diniai lemah dan dia dibebaskan dengan jaminan.

Tahun 2012 Monis pernah dinyatakan bersalah karena mengirimkan surat kepada keluarga tentara Australia yang tewas berperang di Afganistan. Surat tersebut berisi kebencian sebagai bentuk protes atas keterlibatan Australia di sana.

Kisahnya itu terjadi pada 10 November 2009. Monis menggambar dan menulis surat belasungkawa dan meletakkannya dalam keranjang bunga. Dia ingin mengirimkan surat tersebut agar para keluarga tentara Australia melobi pemerintah Australia untuk menarik tentaranya dari Afganistan.

Namun dalam surat tersebut, Monis menggunakan kata-kata kasar dan menuduh tentara Australia sebagai pembuhuh dan penjahat.

Monis kemudian ditangkap oleh polisi anti-terorisme di rumahnya di Croydon Taman di Sydney dan diadili. Hakim memvonis Monis dengan hukuman layanan masyarakat selama 300 jam dan dua tahun percobaan, dia dibebaskan dengan syarat harus berkelakuan baik.

Desember 2013 Monis didakwa atas pembunuhan mantan istrinya Noleen Hayson Pal dan ibu dari dua orang anak. Moris membunuh istrinya dengan cara keji yakni ditusuk sebanyak 18 kali dan dibakar di apertemennya pada April 2013 silam.

Moris sempat ditahan namun akhirnya dibebaskan setelah memberikan jaminan kepada Pengadilan Lokal di Penrith barat Sydney. Hakim mengatakan tuduhan terhadap Monis lemah.

Peristiwa penyanderaan itu terjadi di Kafe Lindt Chocolate, Sydney Senin (15/12/2014) dan berlangsung selama total 17 jam.

Penyandraan itu bermula dari adanya laporan soal perampokan bersenjata di kafe tersebut. Puluhan orang disandera, mereka mengangkat tangan dan menghadap jendela. Setelah itu, ada dua sandera yang memegang bendera hitam dengan tulisan Arab berwarna putih.

Polisi mengepung lokasi dan melakukan blokir jalan di beberapa area. Monis yang pelaku tunggal melalui para sandera yang diutusnya sempat meminta agar PM Australia Tony Abbot menghubunginya.

Selasa dini hari waktu setempat polisi menyerbu ke dalam kafe. Beberapa sandera berhasil keluar dari kafe, termasuk satu orang yang dilarikan ke ambulans.

Drama penyanderaan itu berakhir pada Selasa dinihari waktu setempat. Dua orang sandera meninggal dunia, sementara Man Haron Monis tewas dalam baku tembak.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: