LAMONGAN (bangsaonline) - Sejumlah peralatan penunjang kebencanaan di kantor BPBD Lamongan didapati tidak bekerja dengan baik. Hal ini diketahui saat Bupati Fadeli melakukan kunjungan mendadak (sidak) di kantor BPBD yang terletak di jalan Veteran Lamongan ini.
Sejumlah peralatan rusak ini diantaranya mesin tempel perahu dan macetnya gergaji mesin termasuk genset listrik. "Tadi pagi bisa berfungsi, kok disidak bupati gak bisa," ungkap staf TRC BPBD Lamongan memberikan alasan.
Kemarin Fadeli didampingi Kepala BPBD Yuhronur Efendi ditemui Kepala Pelaksana BPBD Suprapto meninjau gambaran peta rawan bencana di Lamongan. Selain itu dia juga mengecek kesiapan sejumlah peralatan dan logislitik di BPBD.
"Meski sampai saat ini di Lamongan belum sampai terjadi situasi darurat, namun kami tetap bersiaga. Karena di awal musim penghujan seperti ini, walaupun curah hujan tidak terlalu tinggi, memiliki potensi kerawanan bencana. Pemprov Jatim juga meminta kami mewaspadai bencana semenjak Desember 2014 - Januari 2015," tutur dia.
Fadeli menyebutkan sejumlah titik yang rawan banjir, terutama di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Seperti di wilayah Babat, Maduran, Laren dan Karanggeneng serta kawasan Bengawan Jero.Disebutkan olehnya, di Jalan Gotong Royong Kecamatan Babat yang rawan banjir saat hujan, menurut dia jalannya sudah ditinggikan dan saluran drainasenya diperbaiki. Juga sejumlah titik tangggul yang rawan juga sudah dilakukan perbaikan.
Selain itu, pompa berkekuatan 4 ribu liter perdetik di Kuro juga masih disiagakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menyedot banjir. Saat ini kondisi ketinggian air di kawasan Bengawan Jero malah di posisi -90.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lamongan Suprapto menyebutkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD yang berkekuatan 40 personil sudah siap bertugas jika ada kondisi darurat yang terjadi. Juga standar operasional prosedur (SOP) tanggap darurat sudah ditetapkan.
"Jika situasi darurat terjadi, dalam SOP tanggap darurat, Bapak Bupati akan menunjuk satu orang sebagai komando yang membawahi lintas sektor. Mulai dari TRC, BPBD, Dinkes, Tim SAR, maupun instansi lainnya," jelas dia.
Saat ini, lanjut dia, BPBD memiliki 1 unit perahu karet dan 5 unit perahu speedboat, 1 tenda posko, 1 tenda pleton, 1 tenda regu dan 1 tenda keluarga. Juga ada 2 unit genset, 1 unit water treatment portable, 1 mobil rescue, serta 7 unit gergaji mesin.




