BangsaOnline-The Richest melansir dari 180 mata uang yang diakui PBB, rupiah milik
Indonesia masuk ke urutan 4 mata uang dengan nilai tukar yang paling
rendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Wakil Presiden Jusuf Kalla
(JK) geram mendengar ada ungkapan 'mata uang rupiah sampah' karena nilai
tukar rupiah yang sempat hampir menyentuh Rp 13.000/US$.
"Apa
kamu bilang? Sampah?" tegas JK dengan mata terbelalak menatap seorang
pewarta yang menanyakan hal itu padanya di Istana Wakil Presiden,
Jakarta, Selasa (16/12/2014).
JK sampai 3 kali mengulangi
pertanyaan 'apa kamu bilang' kepada wartawan untuk memperlihatkan
kemarahannya. Dia menegaskan, tidak ada seorang pun yang berhak
mengatakan mata uang Indonesia sebagai sampah.
"Kamu jangan
bilang sampah ya. Kau tidak pakai rupiah? Jangan kamu sebut begitu
(sampah) tentang rupiah. Jangan bilang sampah Anda punya negeri,"
tuturnya.
JK menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar AS saat ini lebih rendah dibandingkan beberapa mata uang lainnya
seperti yen (Jepang), won (Korea Selatan), dan ringgit (Malaysia).
"Jadi kita lebih baik dari pada mereka," ucapnya.
Saat
ini nilai tukar rupiah sedeng melemah. Namun, pemerintah meminta
masyarakat untuk jangan panik karena ada sisi positif dari pelemahan
rupiah yaitu meningkatkan ekspor.
Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi pasar yang cukup besar untuk
menjaga nilai tukar rupiah yang tertekan dalam 2 hari terakhir. Perry
Warjiyo, Deputi Gubernur BI, mengatakan bank sentral sudah melakukan
intervensi senilai Rp 1,7 triliun.
"Anda bisa lihat dari
pergerakannya BI, dalam beberapa hari ini intervensi di valasnya lebih
besar. Intinya BI melihat pelemahan dalam beberapa hari terakhir ini
terlalu berlebihan. Makanya kita intervensi lebih banyak dan (dolar)
sudah kembali ke sekitar Rp 12.600," paparnya di kantor Kemenko
Perekonomian, Jakarta, Selasa (16/12/2014).
Setelah sempat nyaris
menyentuh Rp 13.000, kurs dolar Amerika Serikat (AS) saat penutupan
pasar hari ini berada di posisi Rp 12.645. Melemah dibandingkan saat
pembukaan pasar yaitu Rp 12.705.
Perjalanan rupiah hari ini cukup
berliku. Begitu pembukaan pasar, rupiah bergerak dalam tren melemah.
Puncaknya, dolar AS sempat menguat di posisi Rp 12.926.
Namun selepas tengah hari, dolar AS perlahan melemah. Posisi terlemah dolar AS hari ini ada di Rp 12.635.
Salah
satu upaya intervensi BI adalah di pasar Surat Berharga Negara (SBN)
atau surat utang pemerintah. BI, menurut Perry, melakukan pembelian SBN
cukup besar dalam 2 hari terakhir.
"Kita kemarin beli banyak, Rp
1.5 triliun dalam 1 hari. Hari ini, dari pagi tadi kita beli hampir Rp
200 miliar tapi sudah nggak ada lagi," ungkapnya.
Pembelian SBN
sampai Rp 1,5 triliun dalam sehari, lanjut Perry, bisa dibilang luar
biasa. "Kemarin memang ada penjualan SBN besar, makanya BI juga belinya
besar. Kami beli Rp 1,5 triliun," katanya.




