
TUBAN (bangsaonline) - Musala yang berada ditempat wisata taman kota milik pemkab Tuban dikeluhkan pengunjung. Pasalnya, sejumlah fasilitas tidak terawat dengan baik. Bahkan, kran air yang digunakan untuk berwudlu tidak mengeluarkan air.
“Kamar mandinya kotor, selain itu toiletnya juga tidak terawat. Di toilet banyak sisa-sisa kotoran yang menempel disekitar toilet,” kata Kiswanandi (29), pengunjung asal Kecamatan Paciran, Lamongan saat ditemui bangsaonline, Selasa (16/12/2014). "Musala ini kan masih baru. Tetapi fasilitasnya tidak terawat," sambungnya.
Terkait keluhan terhadap musala ini, Khatib Suriyah PCNU Tuban, KH Syariful Wafa’ mengungkapkan, sebaiknya pemkab Tuban membentuk tim pengelola agar musala tetap terpelihara. Terjaga kebersihan dan kesuciannya. "Musala ini sarana ibadah. Harus bersih, suci. Ini airnya juga tidak keluar. Terus bagaimana mau wudlu? Pemerintah sudah membangun, maka wajib mengelolanya dengan baik. Selain itu, mengajak masyarakat setempat yang menggunakan musala itu harus ikut serta menjaga kebersihan dan kehormatan musala yang sesuai dengan fungsinya,” ungkap mantan direktur Aswaja Center PCNU Tuban ini.
Ditambahkan Wafa’, terkait penemuan dan permasalahan pada sejumlah musala yang tidak terawat ini, pihaknya bersama pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban akan melakukan identifikasi permasalahan yang ada. Selanjutnya bergerak dan berembuk untuk mencari solusi agar musala yang sudah dibangun bisa berfungsi dengan semestinya.
Sementara itu, sejak berita ini ditulis Ketua Dinas Pekerjaan Umum Tuban Ir Choliq Qunaisih yang membawahi wisata Tama kota Tuban saat dikonfirmasi tidak ada tanggapan.



